Prof Rhenald Khasali berpose di samping bunga bangkai yang sedang mekar di halaman Rumah Perubahan, Selasa (13/6)/Foto Istimewa
Fashion

Baunya Mirip Cicak Mati, Rhenald Khasali Pelihara Bunga Bangkai di Rumah Perubahan

Arif Budisusilo
Rabu, 14 Juni 2017 - 15:09
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rhenald Khasali, seorang ahli manajemen dan guru besar Universitas Indonesia, ternyata kolektor tanaman langka. Prof Rhenald, begitu koleganya menyapa, bahkan tergolong punya kesenangan unik, mungkin satu dari sedikit tokoh yang hobi mengoleksi bunga bangkai, kalau tak bisa disebut malah satu satunya.

Kalau Anda bertandang ke Rumah Perubahan milik Prof Rhenald di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, hari-hari ini akan melihat suasana lain. Bunga bangkai yang ditanam sejak 8 tahun silam di sebuah pot besar di halaman Rumah Perubahan itu telah mulai mekar.

Baunya Mirip Cicak Mati, Rhenald Khasali Pelihara Bunga Bangkai di Rumah Perubahan

(Perkembangan bunga bangkai dalam proses mekar, foto diambil 7 Juni 2017)

Asal-muasal tanaman dari suku Aracea (talas-talasan) yang bernama latin Amorphophallus titanum itu diperoleh Prof Rhenald sekitar 8 tahun lalu, tatkala ada orang datang memberi tanaman-tanaman langka. “Ya waktu itu kami tanam saja,” ujar Rhenald kepada saya.

Prof Rhenald bertutur, kadang ada umbi-umbian dan bonggol tanaman yang disumbang orang. Tapi mereka tidak memberitahu namanya. “Kami pikir ini [bunga bangkai itu] sejenis ubi saja,” kata Prof Rhenald yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Angkasa Pura II itu.

Ketika sudah ditanam dan tumbuh, kata Rhenald, tahu-tahu semakin besar dan menimbulkan aroma seperti cicak mati. “Dan di antara semak-semak kami melihat keluar bunga ini. Baru kami sadar itu bunga bangkai,” kata Rhenald Khasali.

Sejak saat itu, Rhenald menjelaskan, kalau melihat pohon serupa, ia selalu berhenti di jalan dan meminta kepada pemiliknya. Biasanya, tanaman seperti itu ada di dekat tempat sampah.

Baunya Mirip Cicak Mati, Rhenald Khasali Pelihara Bunga Bangkai di Rumah Perubahan

(Bunga bangkai sudah mekar, foto diambil 12 Juni 2017)

Koleksi tanaman Rhenald Khasali di Rumah Perubahan terbilang banyak. Ada dari Lombok, Deli Serdang, daerah sekitar Danau Toba, Pulau Buru dan seterusnya.

Belakangan ini, Rhenald bahkan sering kedatangan orang yang menyumbang beragam bibit tanaman, seperti Lay dari Kutai (Kaltim), anggrek hitam, bunga matahari berwarna merah, matoa, bunga merah putih, buah merah, anggur laut, anggur hutan, papango dan bnanyak lagi yang lain. “Semua kami rawat dan sebagian sudah berbunga atau berbuah,” jelasnya.

Baunya Mirip Cicak Mati, Rhenald Khasali Pelihara Bunga Bangkai di Rumah Perubahan

(Prof Rhenald bersama bunga bangkai yang sudah mekar, foto diambil 13 Juni 2017)

Ketika ditanya apa filosofinya sampai rela dan senang merawat tanaman-tanaman yang beraneka ragam bahkan bunga bangkai yang berbau itu, Prof Rhenald mengaku sempat mengeruitkan kening alias mikir.

“Sebenarnya sebagai akademisi kami amat suka dengan keberagaman. Alam begitu banyak memberi teladan. Setiap tanaman berbeda dan ada manfaatya. Bunga bangkai ini begitu menarik bagi serangga, tapi sensasi indahnya mengalahkan baunya,” tuturnya.

Rhenald menambahkan, di Rumah Perubahan, ia mengumpulkan segala karya Tuhan supaya kaum muda tahu betapa indahnya hidup dalam keberagaman dan semua tanaman tersebut saling melengkapi.

Foto-foto: Rhenald Khasali

Penulis : Arif Budisusilo
Editor : News Editor
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro