200.000 Orang di Yaman Terserang Kolera, PBB Bergerak

Kasus kolera yang merebak di Yaman hingga 200.000 kasus, menjadi perhatian besar bagi PBB. Bahkan, kasus kolera ini dianggap menjadi yang terburuk di dunia.
Nindya Aldila | 26 Juni 2017 20:20 WIB
Yaman/Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com ,NEW YORK/JENEWA -- Kasus kolera yang merebak di Yaman hingga 200.000 kasus, menjadi perhatian besar bagi PBB. Bahkan, kasus kolera ini dianggap menjadi yang terburuk di dunia.

Dalam dua bulan, kolera telah menyebar di hampir semua wilayah di negara pecahan perang ini. Dalam laporan PBB, sekitar 1.300 dinyatakan telah meninggal dunia, seperempatnya adalah anak-anak.

Unicef Executive Director Anthony Lake mengatakan Unicef bersama WHO telah berupaya untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.

"Kami telah berusaha melacak penyebaran penyakit ini. Selain itu, kami juga berusaha menyediakan air bersih, sanitasi yang memadai, dan tindakan medis. Tim kesehatan telah menjumpai para penduduk dari rumah ke rumah dan memberikan sosialisasi terkait cara melindungi diri dari penyakit seperti cara membersihkan dan menyimpan air minum," katanya, seperti dikutip dari siaran pers PBB, Senin (26/6/2017).

UNICEF dan WHO telah memanggil para pejabat pemerintah di Yaman untuk memperkuat upaya internal dalam memerangi sebaran penyakit kolera.

Kasus kolera telah lama menjadi deretan konsekuensi yang dirasakan oleh warga akibat peoeranga yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Sekitar 14,5 juta orang telah terhalang dari akses air bersih, sanitasi, dan kesehatan.

Kasus malnutrisi juga telah melemahkan kesehatan anak-anak. Namun sedihnya, sekitar 30.000 tenaga kesehatan lokal belum menerima bayaran dalam 10 bulan terakhir.

"Kami mendesak semua pihak berwenang di dalam negeri untuk membayar gaji tenaga kesehatan. Dan yang terpenting, kami menyerukan kepada semua pihak untuk mengakhiri konflik yang menghancurkan ini."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kolera

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top