Nostalgia Lagu Lawas Lewat Film 'Sweet 20'

Tak hanya menjadi film adaptasi pertama, film Sweet 20 produksi Starvision dan CJ Entertaiment ini juga mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu lawas sekitar 50 tahun silam.
Ramdha Mawaddha | 27 Juni 2017 11:19 WIB
Film 'Sweet 20' - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA — Tak hanya menjadi film adaptasi pertama, film Sweet 20 produksi Starvision dan CJ Entertaiment yang sedang tayang di bioskop ini juga mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu lawas sekitar 50 tahun silam.

Film adaptasi dari Miss Granny asal Korea ini membuat siapapun yang menontonnya akan bernostalgia dengan lagu lawas. Bagaimana tidak, sepanjang film Anda akan mendengarkan suara merdu dari pemeran utama Tatjana Saphira menyanyikan beberapa lagu lawas seperti Layu Sebelum Berkembang.

Lagu yang diciptakan oleh komposer dan penyanyi Aloysius Riyanto pernah dipopulerkan penyanyi Deasy Arisandi di era 1970-an.

Payung Fantasi ciptaan maestro musik Indonesia Ismail Marzuki juga menjadi soundtrack film ini. Lagu yang pernah dipopulerkan oleh Hendri Rotinsulu dengan aliran musik jazz. Di Sweet 20 ini Payung Fantasi dinyanyikan oleh Tatjana Saphira.

Selain kedua lagu tersebut, juga ada sederetan lagu lawas yaitu Selayang Pandang yang dinyanyikan oleh Gugun Blues Shelter, Bing dan Meraih Asa dinyanyikan oleh Tatjana Saphira. Penyanyi yang juga mengambil peran dalam film ini, Alexa Key juga menyanyikan lagu Meraih Asa.

Sang sutradara Ody C. Harahap mengatakan, sejak penggarapan skenario yang dikerjakan oleh Upi, tim produksi memang mencari lagu yang pas dengan tema film. Mengingat karakter Fatmawati sebagai tokoh utama dalam film ini memiliki masa muda sekitar 50 tahun lalu, Ody juga memilih lagu yang populer di tahun tersebut.

“Karakter Fatmawati di film ini kan masa mudanya sekitar 50 atau 60 tahun lalu, jadi kami mengambil lagu yang ngetop di tahun itu,” katanya beberapa waktu lalu dalam peluncuran film Sweet 20.

Cerita Film

Sweet 20  bercerita tentang Fatmawati (Niniek L. Karim), nenek 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), dan dua cucu (Kevin Julio dan Alexa Key).

Fatmawati selalu membanggakan Aditya, sampai suatu hari dia tahu akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah. Di perjalanan dia melihat studio foto Forever Young, dan berniat mengambil foto untuk di pemakamannya kelak.

Namun, setelah berfoto Fatmawati berubah menjadi 50 tahun lebih muda, dan kembali berusia 20 tahun. Fatmawati pun memulai kehidupan yang baru dan mengganti namanya menjadi Mieke, seperti nama artis idolanya Mieke Wijaya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Mieke mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi penyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya pada saat muda dulu.

Keunikan Mieke muda dengan gaya bicara dan seleranya yang masih seperti nenek 70 tahun, justru membuat tiga pria jatuh hati padanya, seorang produser musik (Morgan Oey), cucu laki-lakinya, dan Hamzah (Slamet Rahardjo) yang mencintainya sejak sama-sama muda dulu.

Hingga suatu peristiwa terjadi, yang membuat Mieke harus memilih untuk melanjutkan kehidupan barunya atau kembali menjadi Fatmawati.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup