RESENSI BUKU: Menyibak Sisi Lain Sang Maestro Da Vinci

Meskipun Leonardo telah wafat sejak 1519, personanya sangat menarik untuk dikupas lebih dalam dan intim. Sisi pribadi itulah yang hendak dikupas oleh penulis sekaligus jurnalis kenamaan Walter Isaacson melalui biografi bertajuk Leonardo da Vinci.
Wike Dita Herlinda | 18 November 2017 21:24 WIB
Buku Leonardo Da Vinci - msnbc

Bisnis.com, JAKARTA - Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar nama Leonardo da Vinci? Sebagian besar orang mungkin akan langsung mengasosiasikannya dengan karya-karya masterpiece seperti Mona Lisa, The Last Supper, atau The Vitruvian Man.

Maestro era Renaissance Italia itu menjadi inspirasi banyak karya besar dan kontroversial pada era modern. Namanya begitu melegenda, tetapi tidak banyak yang memahami Leonardo sebagai individu yang sangat kompleks.

Meskipun Leonardo telah wafat sejak 1519, personanya sangat menarik untuk dikupas lebih dalam dan intim. Sisi pribadi itulah yang hendak dikupas oleh penulis sekaligus jurnalis kenamaan Walter Isaacson melalui biografi bertajuk Leonardo da Vinci.

Walter sendiri telah berpengalaman menghadirkan buku-buku biografi terakreditasi seperti Steve Jobs, Einstein, dan Benjamin Franklin. Pada karya-karyanya terdahulu, Walter banyak mendapatkan pujian. Oleh karena itu, Leonardo da Vinci menjadi menarik untuk dicermati juga.

Buku terbitan Simon Schuster tersebut bertengger di urutan atas pemeringkatan bergengsi The New York Times Bestsellers sejak pekan pertama diluncurkan pada pertengahan Oktober 2017. Salah satu hal yang membuatnya menarik adalah ulasan Walter yang didasari oleh buku harian Leonardo.

Ribuan halaman dari buku catatan pribadi Leonardo dituangkan dan dinarasikan secara cermat oleh Walter. Ada banyak hal baru yang bisa diketahui pembaca di dalam biografi ini, mulai dari kehidupan Leonardo hingga cerita di balik karya-karyanya.

Walter menggambarkan Leonardo sebagai sosok yang tidak hanya jenius, tetapi juga inspiratif. Pembaca dapat belajar banyak hal dari Sang Maestro, mulai dari gairah hidupnya, rasa penasarannya, ketelitiannya, hingga daya imajinasinya yang sangat kaya.

Meskipun Leonardo adalah sosok dibalik dua karya paling terkenal di dunia (Mona Lisa dan The Last Supper), jauh di lubuk hatinya dia lebih merasa dirinya sebagai ilmuwan dan teknokrat, alih-alih seniman dan perupa handal.

Di dalam biografi ini, pembaca juga bisa mengenal lebih dekat Leonardo yang ternyata adalah sosok yang terobsesi pada passion-nya. Dia begitu getol mempelajari banyak hal mulai dari anatomi, fosil, burung-burung, jantung, mesin terbang, botani, geologi, hingga persenjataan.

Obsesi Leonardo untuk mempelajari banyak hal itulah yang membuatnya berada di persimpangan antara sisi kemanusiaan dan sains. Dilema itulah yang menginspirasi Leonardo dalam menghasilkan lukisan The Vitruvian Man, yang melejitkan citranya sebagai seorang jenius.

Di dalam biografi ini, Walter juga mengulas tentang antusiasme Leonardo terhadap proses produksi dari setiap karya seni maupun penemuan mutakhirnya. Leonardo digambarkan sebagai individu yang mampu menggabungkan berbagai passion untuk meramu resep kreativitasnya sendiri.

Demikian pula sisi lain yang jarang diekspose media. Tidak banyak yang tahu bahwa Leonardo adalah seseorang yang mudah terdistraksi, kidal, vegetarian, gay, dan sedikit ‘sesat’. Semua hal itu dapat dipelajari dan menjadi inspirasi bagi siapa saja yang membaca buku ini.

Judul Buku: Leonardo da Vinci

Penulis : Walter Isaacson

Penerbit : Simon Schuster

Tebal : 600 halaman

Cetakan : Pertama, Oktober 2017

ISBN-10 : 150-113-915-0

ISBN-13 : 978-150-113-915-4

Tag : resensi buku
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top