RESENSI BUKU: Setumpuk Problematika Subsidi Pupuk

Dunia pertanian pernah menjadi tulang punggung utama Indonesia pada awal era Orde Baru, lebih dari 53% perekonomian RI ditopang sektor tersebut.
Wike Dita Herlinda | 26 November 2017 14:13 WIB
Cover buku Dinamika Kebijakan Subsidi Pupuk & Ketahanan Pangan - gramedia.com

Judul : Dinamika Kebijakan Subsidi Pupuk dan Ketahanan Pangan
Penulis : Rofyanto Kurniawan dan Tri Wibowo

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 236 halaman

Cetakan : Pertama, November 2017

ISBN-13 : 978-602-033-766-1

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang dengan industri pertanian. Dunia pertanian pernah menjadi tulang punggung utama Indonesia pada awal era Orde Baru, lebih dari 53% perekonomian RI ditopang sektor tersebut.

Memasuki dekade 1990-an, kontribusi sektor pertanian mulai setara dengan industri manufaktur, yaitu masing-masing 20%. Namun, sebagaimana teori Simon Kuznets, proses pembangunan pada era modern akan semakin menggeser kontribusi dari sektor pertanian.

Hal itu juga terjadi di Indonesia, dominasi sektor pertanian terus mengalami penurunan seiring kemajuan teknologi yang memicu transisi dari sektor-sektor padat karya ke sektor-sektor padat modal.

Bagaimana pun, pertanian masih menjadi sektor primer di Tanah Air yang tidak akan mungkin ditinggalkan. Hampir 38 juta (33%) penduduk masih mengandalkan pertanian sebagai mata pencarian. Pertanian lokal juga masih menjadi punggawa ketahanan pangan nasional.

Oleh karena itu, pemerintah tidak pernah meninggalkan sektor pertanian dalam prioritas program pembangunan. Salah satunya adalah melalui program subsidi pupuk dan subsidi pangan yang ditujukan untuk meningkatkan daya beli petani terhadap pupuk demi meningkatkan produksi tanaman pangan.

Kebijakan subsidi pupuk di Indonesia juga memiliki sejarah panjangnya sendiri. Selama perjalanan kebijakan ini, banyak kontroversi yang menyelubunginya. Semua itu diulas dalam buku Dinamika Kebijakan Subsidi Pupuk dan Ketahanan Pangan.

Buku karya Rofyanto Kurniawan dan Tri Wibowo itu menguraikan perjalanan panjang kebijakan subsidi pupuk di Tanah Air yang memunculkan dualisme harga pupuk di pasar; harga pupuk subsidi dan nonsubsidi.

Segala problematika yang berawal dari dualisme tersebut juga dikupas di dalam buku ini. Mulai dari masalah pemalsuan pupuk, penyelundupan pupuk bersubsidi, pengoplosan pupuk, hingga panjangnya rantai distribusi pupuk bersubsidi.

Buku ini sangat tepat bagi pembaca yang memiliki concern terhadap dunia pertanian Indonesia, mulai dari permasalahan di hulu hingga hilir. Mulai dari perdebatan soal perlukah mengganti mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi, beberapa simulasi perhitungan alokasi pupuk, pemetaan masalah penerapan subsidi langsung, hingga berbagai dinamika seputar isu ketahanan pangan.

Melalui buku ini, Tri—yang juga Kepala Pusat Kebijakan APBN—berharap agar ulasannya dapat menjadi masukan dan bahan diskusi bagi berbagai pihak yang berkepentingan untuk menyukseskan pelaksanaan kebijakan melalui subsidi pupuk demi ketahanan pangan di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
subsidi pupuk, resensi buku

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top