Denny Sumargo dan Pengalamannya soal Free Diving

Pensiun dari dunia bola basket Denny Sumargo saat ini lebih sering berpetualang di alam bebas. Salah satu hobi barunya adalh free diving.
Ilman A. Sudarwan | 29 November 2017 07:09 WIB
Denny Sumargo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan atlet bola basket yang kini lebih sering muncul di televisi sebagai entertainer Denny Sumargo rupanya tak punya hobi unik. Sejak beberapa tahun terakhir dia mulai menggeluti olahraga free diving.

Olahraga yang termasuk ekstrim ini memang tengah digemari karena memang terbilang lebih praktis ketimbang scuba diving. Hal ini pula yang mendorong Denny untuk mencoba olagraga ini.

Sebelum populer seperti sekarang, Denny sudah lebih dulu mempelajari free diving sejak sekitar 3 tahun lalu. Jika kebanyakan orang saat ini belajar free diving secara resmi melalui lembaga tertentu, Denny justru belajar langsung dari suku Bajo di Wakatobi.

“Langsung ke suku Bajo yang ada di daerah Wakatobi, karena mereka kan tradisional sekali free divingnya. Karena di kedalaman 15 meter, mereka bisa jalan, bukan hanya menyelam, jadi aku banyak belajar banyak dari mereka,” ujarnya.

Setelah mempelajari free diving secara tradisional tersebut, perlahan kemampuan fisiknya mulai bertambah kuat untuk menyelam. Dari yang tadinya hanya tahan 5 meter, Denny kemudian mampu mencapai kedalaman 15 meter!

Tak puas hanya menyelam dan menikmati pemandangan laut, Denny juga kemudian juga mencoba spearfishing. “Setelah sudah bisa free diving, aku juga meningkatkan kemampuan melalui spear fishing, jadi aplikasinya aku lebih kearah itu.

Meski terdengar menyenangkan untuk dilakukan, free diving nyatanya juga bisa sangat berbahaya bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Saat menyelam akan terasa tekanan yang sangat besar pada bagian kepala.

“Pressure itu terasa masuk dari telinga, dan akan memberikan sakit kepala yang lumayan, terutama di daerah dahi. Itu pressurenya gila di situ,” katanya.

Selain memberi tekanan terhadap tubuh, alam bawah laut juga berpotensi memberi kejutan yang tak menyenangkan. Bisa saja muncul arus deras yang secara tiba-tiba bisa membawa anda terhanyut di dalamnya.

“Alam itu kita gak bisa menebak ya, dia bisa berubah sewaktu-waktu meskipun kita sudah perhitungkan sebelumnya. Misalnya kita tahu di bawah pada jam tertentu akan ada arus, lalu kita turun ternyata ada arus lain, dan kita hanyut dalam arusnya, bisa terjadi yang seperti itu.”

Denny sendiri mengaku pernah mengalami hal serupa itu tatkala menyelam bebas di bawah laut. Beruntung, dia tidak panik sehingga bisa selamat dari arus deras yang mematikan.

“Waktu di Raja Ampat pernah terjadi seperti itu, untungnya waktu itu aku baca arusnya, dan aku sadar arusnya itu ada di atas, jadi aku paksakan menyelam lebih dalam untuk menghindari arus tersebut. Ketika arus sudah lewat, baru aku ke atas secepat mungkin,” katanya.

Oleh karenanya, Denny mengimbau kepada para pemula agar senantiasa berhati-hati dan tidak melakukan free diving sendirian.

“Saya pikir ini sesuatu yang berbahaya tetapi menyenangkan ya, kita juga harus melakukannya secara bertahap, perhatikan keselamatan, dan jangan pernah sendirian, jadi kalau ada apa-apa ada yang bisa menolong,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diving

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top