Denim, dari Busana Pekerja Tambang Hingga Tren Fesyen

Denim merupakan salah satu fesyen yang tak pernah mati. Bahkan di tengan serbuan tren street wear yang sangat booming belakangan ini, denim tetap menunjukkan eksistensinya sebagai pilihan busana nyaman dan tetap mengikuti zaman.
Ramdha Mawaddha | 09 Desember 2017 19:08 WIB
Skinny jeans - Indianapublicmedia

Bisnis.com, JAKARTA - Denim merupakan salah satu fesyen yang tak pernah mati. Bahkan di tengan serbuan tren street wear yang sangat booming belakangan ini, denim tetap menunjukkan eksistensinya sebagai pilihan busana nyaman dan tetap mengikuti zaman.

Terbukti, industri denim lokal yang semakin tumbuh yang berbarengan dengan dengan menjamurnya komunitas pencinta denim di berbagai pelosok negeri.

Berbicara tentang asal muasal denim, memang tak pernah lepas dari sejarah para pekerja berat di Amerika Serikat sekitar tahun 1800-an.

Ketua Panitia Wall of Fades- sebuah event bazar tahunan untuk denim- Delano Alvin Yonatha mengatakan di situlah awal mula penggunaan denim sebagai pilihan celana yang tangguh untuk mendukung aktivitas para pekerja tambang di Amerika Serikat.

Kendati demikian, denim baru masif dikenakan pada 1930-an saat mulai dikenakan oleh aktor-aktor perfilman di Amerika Serikat. Saat itu denim mulai dikenal luas oleh publik dan menjadi tren fesyen tersendiri hingga hari ini.

"Jadi dari pekerja kemudia berkembang dan digunakan artis dan mulailah dikenal dan menjadi style," kata Delano kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Di Indonesia sendiri, menurut Delano yang memicu perkembangan tren denim adalah arus informasi yang tak terbatas. Orang-orang yang hilir mudik ke luar negeri dan menyaksikan tren fesyen lewat teknologi membuat orang Indonesia mulai mengenal denim.

Akhirnya pada 1980-an, denim mulai dikenal di Tanah Air hingga dilirik sebagai lahan industri baru oleh sejumlah orang yang menyenangi style ini.

Tak sampai di situ, tren fesyen denim yang mulai dikenal juga memicu sekelompok orang untuk berkumpul dan membentuk komunitas sesama penyuka denim. Lahirlah komunitas Indonesia Denim Group atau Indigo yang berdiri pada 2009.

"Sejak ada Indigo, denim semakin dikenal dan tak sekadar busana saja, tetapi orang mulai peduli dengan histori dan seluk-beluknya," kata Delano.

 

Tag : celana jeans
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top