CERITAMAKAN Menandai Pembukaan Japanese Cultural Weeks 2018

The Japan Foundation Jakarta kembali menggelar Japanese Cultural Weeks 2018. Gelaran ini terdiri dari beragam acara yang diselenggarakan sejak 19 Februari 2018 hingga 1 Maret 2018. Salah satu acara yang diunggulkan adalah pameran ilustrasi CERITAMAKAN karya Beng Rahadian dan Bidadari Cikini.
Ilman A. Sudarwan | 19 Februari 2018 19:58 WIB
Pengunjung Melihat Pameran Seni Rupa - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – The Japan Foundation Jakarta kembali menggelar Japanese Cultural Weeks 2018 untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang kepada masyarakat Indonesia. Gelaran ini terdiri dari beragam acara yang diselenggarakan sejak 19 Februari 2018 hingga 1 Maret 2018.

Pameran ilustrasi makanan Jepang bertajuk CERITAMAKAN yang dibuka pada Senin (19/2/2018) menandai dimulainya Japanese Cultural Weeks 2018.

Pameran ilustrasi CERITAMAKAN menampilkan karya Beng Rahadian dan beberapa mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang tergabugn dalam kelompok Bidadari Cikini.

Pameran yang digelar di kantor Japan Foundation, Gd. Summitrans II, Jakarta, memamerkan 50 karya ilustrasi tentang makanan Jepang.

Asisten Direktur Japan Foundation Daisuke Kato mengharapkan, pameran ini dapat menjadi pembuka yang tepat untuk gelaran Japanese Cultural Weeks 2018. Selain itu, pameran ini diharapkan menginspirasi para pencinta kuliner Jepang untuk membuat makanan yang lezat.

“Tentunya, kami mengharapkan pameran ini dapat mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Jepang,” katanya.

Beng Rahadian mengatakan, pameran ini terjadi karena utang budinya kepada manajemen Japan Foundation yang membantunya dan tim dosen IKJ untuk berangkat ke Jepang pada Februari 2017.

“Waktu itu saya sudah mau berangkat tetapi kekurangan dana. Akhinya saya coba minta bantuan ke Japan Foundation. Saya ditanya, apa yang bisa saya berikan setelah perjalanan nanti? Saya bilang saya akan membuat sketsa di Jepang nanti,” jelasnya.

Dia mengatakan, membuat sketsa di Negeri Sakura nyatanya tak semudah yang dibayangkannya. Suhu udara yang berada di bawah 4 derajat Celcius membuatnya kesulitan menggambar lanskap di luar ruangan.

Sebagai alternatif, akhirnya dia membuat beberapa sketsa dari makanan yang dia makan. Beng mengaku beberapa kali sengaja membeli makanan dan membawanya ke apartemen untuk dijadikan model sketsa.

Ketika kembali ke Tanah Air pada Maret 2017, Beng langsung merencanakan pameran ini dan mengajak 14 mahasiswa untuk mengumpulkan karya.

“Saya hanya memberikan sedikit arahan kepada mereka, dan jujur saja, karya mereka benar-benar di luar ekspektasi saya. Mahasiswi saya ini ternyata punya ikatan yang lebih kuat dengan Jepang dan kulinernya,” tuturnya.

Karya-karya mereka beragam dari sisi bentuk hingga mediumnya. Ada yang memilih menggambar makanan menggunakan cat air pada kertas, ada pula yang berkarya dengan teknik digital painting. Pengalaman empirik mereka tentang makanan jadi karya yang tak hanya menarik, tetapi juga otentik.

Bagi Anda yang ingin berkunjung dan menyaksikan sendiri bagaimana karya-karya Beng dan para Bidadari Cikini ini, Anda dapat berkunjung ke pameran pada jam 10.00 wib-18.00 wib. Pameran ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Tag : komik, pameran seni rupa
Editor : Diena Lestari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top