Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

STROKE Tidak Lagi hanya Mengancam Kalangan Uzur

Penyakit stroke dewasa ini tidak lagi hanya menjadi persoalan kesehatan bagi kalangan yang sudah berusia lanjut, tetapi juga orang-orang muda.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 01 Maret 2018  |  04:26 WIB
STROKE Tidak Lagi hanya Mengancam Kalangan Uzur
Ilustrasi - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit stroke dewasa ini tidak lagi hanya menjadi persoalan kesehatan bagi kalangan yang sudah berusia lanjut, tetapi juga orang-orang muda.

Menurut dr. Adin Nulkhasanah, Sps, MARS, Ketua Yayasan Indonesia Stroke Society (ISC), pada zaman sekarang ini usia pasien penderita stroke semakin banyak dari kalangan muda.

"Sekarang rata-rata (usia penderita) 40-an, stroke bukan lagi hanya menyerang mereka yang berusia lanjut," ujarnya, belum lama ini.

Dia meyakini bahwa banyaknya kalangan muda yang diserang stroke akibat pola hidup tidak sehat. Karena itu pihaknya meminta masyarakat dari kalangan muda untuk mewaspadainya.

ISC pun saat ini lebih menyasar kaum muda dalam setiap kegiatannya melakukan sosialisasi dan edukasi. Perubahan pola pun dilakukan, kegiatan yang dianggap akan membosankan kaum muda, seperti seminar, tidak lagi digelar.

"Kalau kita gelar seminar itu akan sulit. Jadi kami datang ke mal melalui media yang disukai, seperti musik dan media sosial sehingga mereka bisa aware terhadap stroke."

Sebelumnya, Indonesia Stroke Society, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, PT Kalbe Farma, Tbk bersama dengan Central Park dan Neo Soho Mal bekerjasama melakukan kampanye pencegahan dan penanganan stroke.

Kegiatan bertema "Strike Back at Stroke" tersebut melibatkan sekitar seribu orang yang terdiri dari stroke warrior, survivor, caregiver dan komunitas stroke yang ada di Jakarta.

Berbagai kegiatan yang dilakukan a.l. senam zumba massal, pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, aksi amal dan penampilan hiburan musik.

Dalam kegiatan ini mereka mengajak  masyarakat memahami bahwa stroke merupakan isu besar karena menjadi penyebab kematian nomor tiga dan merupakan penyebab cacat permanen terbesar di Indonesia.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dibuat setiap lima sampai enam tahun sekali, kata dr. Adin, pada 2013 prevalensi stroke di Indonesia sebanyak 12,1 per 1.000 penduduk. Sudah jauh lebih tinggi dari 2007 yang hanya 8,3 per 1.000.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stroke
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top