Retinoblastoma Incar Mata Balita

saat ini lebih dari 50% kasus kanker pada anak yang dibawa ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan stadium lanjut. Karena itu, melalui pengenalan tanda dan gejala kanker pada anak, kalangan medis berharap kanker dapat ditemukan pada stadium awal sehingga mempunyai kemungkinan sembuh lebih besar.
Yoseph Pencawan | 17 Maret 2018 07:47 WIB
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA -- Kanker yang menyerang anak-anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Perbedaan mendasarnya adalah kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sedangkan pada anak, tidak.

Namun saat ini lebih dari 50% kasus kanker pada anak yang dibawa ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan stadium lanjut. Karena itu, melalui pengenalan tanda dan gejala kanker pada anak, kalangan medis berharap kanker dapat ditemukan pada stadium awal sehingga mempunyai kemungkinan sembuh lebih besar.

Tidak semua jenis kanker juga lebih banyak menyerang orang dewasa karena ada yang lebih berisiko menyerang anak-anak dan bahkan bersifat lebih agresif, yakni retinoblastoma. Retinoblastoma adalah tumor ganas yang dapat dialami pada satu atau kedua mata.

“Selain mengakibatkan kebutaan, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Dharmais Abdul Kadir.

Retinoblastoma merupakan tumor ganas primer pada mata yang dapat dijumpai pada bayi dan anak di bawah usia 5 tahun. Anak-anak  yang memiliki riwayat keluarga penderita retinoblastoma juga berisiko mengalaminya.

Dokter meminta para orang tua harus sedini mungkin mengantisipasi retinoblastoma dan apabila menemukan gejala berupa manik mata putih atau ‘mata kucing’ pada balita, segera periksakan ke dokter.

Manik mata berwarna putih itu merupakan bayangan putih yang tampak pada bagian tengah mata. Sementara itu, ‘mata kucing’ merupakan mata yang bersinar kekuningan di tempat gelap, persis seperti mata kucing.

Namun, lanjutnya, anak dengan manik mata putih belum tentu menderita retinoblastoma. Selain menjadi gejala retinoblastoma, manik mata putih juga bisa terlihat pada keadaan katarak dan Persistent Hyperplasia Primary Vitreous (PHPV, Ablatio Retina).

“Cara membedakannya harus dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG mata yang dilakukan oleh spesialis mata. Namun memang, retinoblastoma dapat dikenali lebih awal dengan ditemukannya manik mata putih.”

Keadaan ini juga dapat diperiksa di Puskesmas dengan alat sederhana, yakni menggunakan lampu senter dan alat yang disebut oftalmoskop.

Selain gejala-gejala tersebut, sambung Abdul Kadir, para orang tua juga perlu mewaspadai beberapa kondisi lain, seperti mata juling, mata merah, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata serta penglihatan buram.

Falcon Pictures Digugat Pencipta Film Benyamin Biang Kerok

 

Apabila retinoblastoma dapat ditemukan dan diobati pada stadium awal, maka angka keberhasilan dan harapan hidup penderitanya semakin tinggi.

Upaya pengobatan dilakukan melalui operasi, dengan atau tanpa kombinasi kemoterapi atau radioterapi. Namun bila sudah pada stadium lanjut, dokter akan sulit menghindari tindakan operasi pengangkatan mata si pasien dan menggantinya dengan mata palsu.

Secara umum, pengobatan penyakit kanker sendiri meliputi tiga tindakan medis, yakni operasi, kemoterapi dan radioterapi. Dalam operasi, dilakukan pengangkatan tumor dan merupakan salah satu bagian terpenting dari penanganan kasus tumor padat.

Dalam proses kemoterapi, pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat anti-kanker untuk membunuh sel-sel kanker. Obat dapat diberikan dengan cara ditelan atau disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah pasien. Penyuntikan juga dapat dilakukan di bagian otot, di bawah kulit, atau di ruang antara dua tulang belakang.

Radioterapi bertujuan untuk merusak dan memusnahkan sel-sel kanker. Proses ini merupakan terapi lokal dengan menggunakan sinar berenergi tinggi yang diarahkan hanya ke bagian tubuh yang dijangkiti sel-sel kanker. Sebelum melakukan radioterapi biasanya dokter akan memberikan tanda pada bagian tubuh pasien yang menjadi fokus dari sinar yang akan dipancarkan.

PEMBULUH DARAH

Selain kanker, bahaya lain yang dapat menyerang retina anak juga bisa datang dari pembuluh darah baru yang tidak normal. Menurut Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic JEC @ Kedoya Ni Retno Setyoningrum, para orang tua perlu bertindak cermat mengamati kondisi mata anak saat baru dilahirkan, terutama yang mengalami masalah saat persalinan.

Retina, kata dia, memerlukan suplai darah dan pada kondisi normal suplai darah retina dimulai pada usia kehamilan 16 minggu dan terbentuk secara sempurna pada umur kehamilan sampai dengan 42 minggu.

Pertumbuhan pembuluh darah bayi yang lahir prematur belum sempurna dan akibat terpajan oksigen tinggi, pertumbuhan pembuluh darah dapat terhenti sehingga terjadi kelainan jaringan berupa timbulnya pembuluh darah baru yang tidak normal (neovaskularisasi).

Neovaskular ini dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan ke dalam rongga mata (vitreus) atau tarikan pada retina hingga terlepas (retinal detachment). “Kondisi ini disebut sebagai Retinopathy of Prematury (ROP) yang berpotensi menyebabkan kebutaan permanen pada bayi.”

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata, Anak Balita

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top