Tembakan Laser Ini Mampu Sembuhkan Refraksi dalam Sekejap

Rumah Sakit Jakarta Eye Center saat ini telah memiliki teknologi terbaru yang mampu memperbaiki kondisi refraktif mata minus, plus dan silinder dalam waktu yang sangat singkat.
Yoseph Pencawan | 24 Maret 2018 06:30 WIB
Seorang pasien yang sedang ditangani Rumah Sakit Mata JEC Kedoya. - JIBI/Yoseph Pencawan

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah Sakit Jakarta Eye Center saat ini telah memiliki teknologi terbaru yang mampu memperbaiki kondisi refraktif mata minus, plus dan silinder dalam waktu yang sangat singkat.

Menurut dr. Damara Andalia, Dokter Mata di Jakarta Eye Center Kedoya, teknologi tersebut adalah 7 Dimension Z-Lasik atau 7D Z-Lasik yang merupakan metode Lasik terbaru dengan inovasi sistem Excimer Laser berkecepatan tinggi (1050Hz).

"Sistem laser ini dikolaborasikan dengan mesin Ziemer Crystalline 5000 Khz (Femtosecond Laser) yang membuat 7D Z-Lasik memiliki kecepatan tertinggi dari semua jenis Excimer Laser yang ada di dunia saat ini," kata dia, Jumat (23/3/2018).

Dia menjelaskan, mata normal manusia dapat melakukan pergerakan sebanyak 90 mikrometer per milidetik ke segala arah. Oleh karena itu, pemusatan atau pemfokusan posisi mata yang konstan dan tepat sangat penting saat melakukan proses laser.

Tindakan 7D Z-Lasik mampu melacak 7 dimensi gerakan bola mata dengan menggunakan sistem Latency-Free Tracking yang mampu menembakan Excimer Laser. Tembakan ini dilakukan tanpa ada jeda waktu (zero latency time) untuk mengikuti pergerakan bola mata normal.

Karena itu, 7D Z-Lasik mampu memperbaiki kondisi refraktif mata minus, plus dan silinder dalam waktu yang sangat singkat, atau hanya 1,3 detik per dioptri. Sehingga teknologi ini diyakininya dapat memberikan keamanan maksimal dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Teknologi ini sebenarnya merupakan peningkatan atau up-grade dari yang dimiliki JEC sebelumnya, yakni 6D Z-Lasik yang masih memiliki kecepatan 750Hz. Kendati demikian, saat masih menggunakan teknologi ini saja JEC telah memperbaiki kemampuan refraktif mata pada lebih dari 5.500 pasien dalam kurun waktu 2012-2015.

Dari jumlah pasien tersebut sebanyak 98% di antaranya sudah tidak lagi memerlukan kacamata atau lensa kontak untuk dapat melihat dengan jelas.

Tag : jakarta eye center
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top