Menilik Tren Modest Fashion Dunia

Beberapa waktu lalu pekan fesyen akbar dengan tema modest wear pun telah digelar di beberapa negara misalnya Inggris, Uni Emirat Arab, Turki, dan lainnya. Masing-masing negara memiliki tren gaya yang berbeda meskipun masih satu lini di modest fashion.
Asteria Desi Kartika Sari | 27 Maret 2018 19:04 WIB
Empat desainer Indonesia bersama karya busana yang akan dipamerkan di Dubai Modest Fashion Week 2017 yang ditampilkan dalam sesi konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017). - Bisnis.com/ Ramdha Mawaddha

Bisnis.com, JAKARTA -- Lain negara lain cerita. Tak hanya Indonesia, kini pakaian yang dibuat dengan image khusus untuk kalangan muslim memang sudah dinikmati di beberapa belahan dunia.

Beberapa waktu lalu pekan fesyen akbar dengan tema modest wear pun telah digelar di beberapa negara misalnya Inggris, Uni Emirat Arab, Turki, dan lainnya. Masing-masing negara memiliki tren gaya yang berbeda meskipun masih satu lini di modest fashion.

Chief Creative Officer Esa Brangta Wangko (EBW) World Wide, Stevy Giani Sela menuturkan memang tidak bisa set tren modest fashion bergantung dengan satu negara saja. Stevy mengatakan pasar modest fashion di setiap negara memiliki klaim gaya sendiri.

Menurutnya, di Indonesia, pakaian modest identik dengan baju muslim. Di Jakarta misalnya, kata Stevy, banyak yang menggunakan dress panjang yang dipadukan dengan beragam outer, dan juga hijab. Bahkan tak jarang baju muslim Indonesia memiliki detail baju yang berangkap, tebal, dan ciri khas lainnya.

Sementara itu negara lainnya, seperti Dubai, Uni Emirat Arab memiliki gaya modest fashion ready-couture yang dituangkan dalam dress panjang hingga abaya ditambah dengan hiasan dan beberapa detail lainnya. Misalnya, lanjutnya, dress dengan renda ditambah dengan manik dan batu-batuan berkilau yang membuat kesan busana menjadi ‘berat’.

“Kalau jual produk kayak gitu di London, ya tidak ada yang mau beli. Kalau mau jual produk seperti itu mesti di daerah Timur Tengah. Tidak beda jauh sama Turki,” ujar Stevy seusai konferensi pers Modest Fashion Summit di Shangri-La Hotel, Senin (26/3/2018)

Berbeda dengan di negara seperti Inggris, Amerika Serikat, modest fashion didefinisikan lebih pada pakaian urban yang sopan dan sederhana. Menurutnya, kekuatan modest fashion di negara Eropa berada pada mix and match yang disesuaikan dengan kepribadian masing-masing orang.

“Bahkan kemeja longgar yang dipadukan dengan bawahan seperti celana atau rok saja, atau kemeja lengan panjang dan lebar sudah bisa masuk ke kategori modest fashion,” katanya.

Berkaca dari tren gaya modest fashion di negara Eropa, konteks modest wear adalah gaya hidup. Tidak perlu membahas soal panjang atau pendek, atau syarat detail pakaian yang harus dikenakan. Namun yang paling penting adalah lebih pada kenyamanan yang dirasakan.

"Kalau lifestyle yang penting senang pakainya, nyaman, tidak terlalu ketat. Belanja baju di mana saja selama senang covernya sudah [bisa dikatakan] modest fashion," kata dia.

Atas dasar tersebut, EBW World Wide kemudian berinisiatif menyelenggarakan Modest Fashion Summit untuk menyatukan para desainer modest wear dengan para stakeholder lainnya yang diselenggarakan di Jakarta pada 17-19 Oktober 2018.

Melalui acara tersebut, Brand dan desainer lokal kemudian memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenalkan labelnya ke bursa mode internasional.Dengan pasar modest fashion yang berbeda di setiap negara, diharapkan momentum ini bisa memersatukan semuanya serta saling membangun jejaring untuk meningkatkan bisnis.

"Kami berharap lewat satu platform ini semuanya jadi satu. Jadi kalau kita pusatkan semuanya, trennya bisa diketahui. Tapi kalau sekarang masih susah kemana," ujar Stevy.

Tag : fashion
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top