Ini 4 Tema Tren Fesyen Muslim 2019

Kita memiliki cita-cita dan target sebagai pusat fashion muslim dunia tahun 2020, kita harus bisa menciptakan tren untuk Indonesia
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 20 April 2018 22:45 WIB
Suasana di panggung Trend Forecast 2019 - 2020 dalam perhelatan Muslim Fashion Festival 2018.

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yang bersinergi dengan Indonesia Trend Forecasting menggelar Seminar Trend Forecast 2019/2020 dalam perhelatan Muslim Fashion Festival 2018.

"Tujuan seminar ini untuk memberikan informasi trend kepada pelaku kreatif bidang fashion muslim agar mereka dapat memahami dan mengaplikasikan trend tersebut pada hasil produksinya," papar Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf, pada acara Seminar Trend Forecast 2019/2020, di Muffest 2018, Jumat (20/4/2018).

Dikatakan Boy, begitu dia dipanggil, industri fashion memberikan kontribusi terbesar nomor 2 setelah industri kuliner. Dari Rp166 triliun yang dihasilkan industri fesyen. Fesyen muslim menyumbang lebih dari Rp55 triliun.

Indonesia merupakan negara terbesar ketiga dalam ekspor busana muslim dunia setelah Istanbul dan Bangladesh. Dari segi peningkatan kualitas produk, dan sumber daya manusia.

"Kita memiliki cita-cita dan target sebagai pusat fashion muslim dunia tahun 2020, kita harus bisa menciptakan tren untuk Indonesia," tambahnya.

Untuk trend forecast 2019/2020 tema besarnya adalah Singularity, yang dalam konsepnya terpecah menjadi 4 tema, yaitu;

Tema pertama adalah Exuberent, yang artinya hidup bersemangat. Trennya menunjukkan mode yang memilili leceriaan optimisme, spirit dalam menghadapi era singularitas ini.

Inspirasinya dari hightech solution yang membantu orangtua lebih produktif. Untuk Budaya dan culture mix atau digabungkan, visualnya inspirasi urban art modern, ada elemen Asianya ada produk Asia yang ikonik funky.

Robot futuristik, warnanya plastik color memberi mood gembira. Jadi secara keseluruhan modelnya Nerdy tapi tetap stylish, action tapi futuristik. Genderless dan ageless.

Kedua adalah, Svarga artinya surga. Inspirasi desain banyak festive, ada kecintaan pada artefak yang nuansanya unik dan spiritual. Ada nuansa mistik, etnik tapi tidak berarti primitif tapi culture.

Warnanya kaya, festive, tapi tone-nya matang. Seperti, biru gelap, pink keunguan, hijau tua. Kemegahan svarga, lebih membumi, lebih geometri bentuknya. Kaya detil, bergaya Borjuis, menunjukkan kekayaan tradisional yang dibuat dengan keahlian yang tinggi.

Ketiga, Neo medieval. Dengan cepatnya teknologi mempersempit pemikiran-pemikiran orang. Inspirasi desainnya banyak, ada unsur historis futuristik. Ada nuansa tua, gaya fesyen masa lalu terasa.

Secara karakter berat dan dewasa juga ada unsur romantis di dalamnya. Warnanya kecokelatan terasa hangat namun ada sisi lembut dalam warna-warnanya.

Keempat, Cortex. Tema ini adalah basic sistem dari singularitas. Inspirasinya layaknya struktur kristal yang tumbuh, sensorial, untuk warnanya, dari warna-warna pucat dan pastel. Prinsipnya ringan semakin terasa dengan nuasa warna yang seperti itu.

Tag : hijabers, busana muslim
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top