Klinik Eksekutif Heritage RS Pelni Terima Pasien BPJS

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan Klinik Eksekutif Heritage milik anak usaha bidang kesehatan, juga menerima pengguna BPJS dan masyarakat umumnya.
Newswire | 20 April 2018 14:47 WIB
Klinik Eksekutif Heritage RS Pelni Jakarta. - prime.rspelni.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan Klinik Eksekutif Heritage milik anak usaha bidang kesehatan, juga menerima pengguna BPJS dan masyarakat umumnya.

"Ini layak diapresiasi. Untuk pengguna BPJS tinggal 'top up' sudah bisa manfaatkan layanan eksekutif di klinik ini," katanya, dalam keterangan tertulis, saat meresmikan Klinik Eksekutif Heritage di RS Pelni, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Rini menjelaskan, siapa pun, khususnya pengguna BPJS dapat merasakan konsep layanan kesehatan "one stop service" lebih personal di klinik itu.

Klinik Eksekutif Heritage dilengkapi dengan jajaran dokter spesialis senior yang siap memberikan layanan kesehatan yang prima dan mengutamakan kenyamanan pasien.

"Sekali lagi, saya tekankan, inovasi ini layak diapresiasi sebab dengan begitu peserta BPJS bisa semakin dimudahkan dalam memilih pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu," katanya.

Rini juga menyatakan, hadirnya Klinik Eksekutif Heritage dapat memberikan pelayanan kesehatan secara merata pada semua kalangan dan memberikan kemudahan akses bagi pengguna BPJS mendapatkan layanan kesehatan yang diinginkan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing mengungkapkan bahwa RS Pelni merupakan anak perusahaan PT Pelni yang selalu menunjukan keunggulan dari sisi pelayanan untuk peserta BPJS.

"Kehadiran BPJS yang diamanatkan oleh undang-undang menjadi tantangan sekaligus peluang. RS Pelni bisa dikatakan berhasil menjadi rumah sakit BUMN yang pertama pada 1 Januari 2014 menyatakan kesiapannya melayani peserta BPJS sebagaimana yang diamanatkan UU Jaminan Kesehatan Nasional," kata Insan.

Kini, lanjut Insan, manajemen RS Pelni mampu menjadi rujukan bagi banyak rumah sakit di Indonesia.

Saat ini jumlah proporsi pasien BPJS yang berobat ke RS PELNI mencapai angka 86 persen dari total keseluruhan pasien. Kunjungan rawat jalan mencapai 1500 pasien/hari, kunjungan rawat inap mencapai 120 pasien/hari dengan Bed Occupancy Ratio ( BOR ) mencapai 78 persen dan angka operasi 70 pasien/hari.

Tingginya kunjungan masyarakat ke RS Pelni disebabkan oleh pendekatan teknologi, seperti pemanfaatan mesin otomatis anjungan pendaftaran mandiri (APM) dan aplikasi yang dapat diunduh di "smartphone".

Aplikasi itu tidak hanya memungkinkan pasien untuk mendaftarkan kunjungannya, tapi juga melakukan konsultasi gratis ke dokter umum maupun spesialis secara online.

"Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan RS Pelni dapat melakukan kegiatan operasionalnya secara efisien dan modern, dan masyarakat yang sudah terbiasa dengan 'smartphone', semakin mudah untuk menjangkau layanan kesehatan tanpa antri panjang dan birokrasi yang melelahkan. Kami mengharapkan RS Pelni dapat menjadi rujukan nasional di industri kesehatan," tutup Insan.

Manager PR dan CSR PT Pelni, Akhmad Sujadi menambahkan, konsep "top up" bagi pengguna BPJS adalah, menambah biaya.

"Jadi, misalnya jatah BPJS 100, di Klinik Eksekutif 150, maka dia tambah dana pribadi 50," kata Sujadi.

Sumber : Antara

Tag : bpjs kesehatan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top