Hampir Setengah Wanita Indonesia Mencapai Karier Senior

Setiap 21 April 2018 kita akan merayakan hari Kartini untuk memperingati kerja keras R.A. Kartini untuk memberi kesetaraan hak kepada perempuan di bumi Indonesia.
Ilman A. Sudarwan | 21 April 2018 02:29 WIB
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Setiap 21 April 2018 kita akan merayakan hari Kartini untuk memperingati kerja keras R.A. Kartini untuk memberi kesetaraan hak kepada perempuan di bumi Indonesia.

Sebagaimana diketahui, melalui surat-suratnya, dia banyak menyampaikan gagasannya tentang kondisi sosial perempuan di Indonesia. Perjuangannya, masih terasa hingga kini. Semangat kesetaraan hak bagi perempuan dan laki-laki juga tetap menggelora di bumi pertiwi.

Saat ini, dunia kerja yang semula didominasi laki-laki mulai diisi oleh para perempuan di semua jenjang. Bahkan kini banyak posisi manajemen senior yang diduduki oleh perempuan di perusahaan-perusahaan dari berbagai lintas industri.

Berdasarkan laporan dari Grant Thornton bertajuk Women in Business 2018, di Indonesia tercatat sebesar 43% perempuan sudah mampu mencapai jenjang karier senior di perusahaannya masing-masing. Jumlah terebut membuat Indonesia mengisi posisi kedua dari 35 negara disurvey.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa hanya ada 15% perusahaan di Indonesia yang tidak memiliki perempuan di posisi manajemen senior. Angka ini masih labih baik dari dengan tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang masing-masing memiliki 22% dan 21% perusahaan yang tidak memiliki perempuan di jenjang manajemen senior.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan, Iklim dunia kerja di Indonesia saat ini terbilang cukup kondusif untuk mendukung tingginya keberagaman di posisi senior manajemen. Menurutnya, hal ini menjadi kesempatan besar bagi para perempuan Indonesia untuk terus memberikan potensi terbaik terbaiknya.

“Tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk dampak yang lebih luas bagi perusahaan tempat kami berkarya serta komunitas tempat kami berada," ujarnya pada Jumat (4/20/2018) sebagaimana dikutip dari siaran pers.

Kondisi ini merupakan buah dari kebijakan-kebijakan strategis yang ditetapkan banyak perusahaan dalam mendukung keberagaman gender di organisasi mereka. Kebijakan paling populer yang diterapkan di Indonesia adalah terkait kesetaraan upah. Dia mengatakan dari perusahaan peserta survey, 58% di antaranya menerapkan hal tersebut.

Selain itu, kebijakan lainnya seperti tidak adanya diskriminasi pria-perempuan dalam hal perekrutan karyawan baru juga menunjukkan angka yang mengesankan. Hanya 24% dari perusahaan yang disurvey yang masih melakukan hal tersebut.

Selain itu, 40% responden juga menyatakan tidak menemui rintangan berarti dalam mengaplikasikan berbagai kebijakan strategis terkait kesetaraan gender di perusahaan masing-masing. Sementara itu, 74% responden meyakini penerapan kesetaraan gender akan mendorong kinerja perusahaan.

Penerapan kebijakan kesetaraan gender juga menjadi strategi mutlak yang diambil perusahaan di Indonesia demi menarik talenta-talenta baru dan menjaga SDM yang ada untuk bertahan di organisasi mereka.

Berdasarkan laporan tersebut, 74% dari total responden di Indonesia mengaku melakukan hal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa paket remunerasi kompetitif pun tidak bisa menjadi amunisi satu-satunya untuk memenangkan perang perebutan talenta yang semakin intensif.

"Peningkatan kesetaraan gender di dunia kerja juga sebaiknya disikapi profesional perempuan Indonesia dengan menjaga keunggulan kompetitif kita masing-masing, dengan cara terus mengembangkan karir dan yang terpenting mampu berkontribusi positif di industri yang digeluti. Ini sejalan dengan semangat perjuangan Kartini." pungkasnya.

Tag : wanita karir, hari kartini
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top