Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sibuk Mengejar Karir, Ibu Jangan Jadi "Orang Tua Weekend"

Kerap terjadi, ibu yang menjadi wanita karir meluapkan persoalan dan emosi atas kesulitan pekerjaaannya kepada anak di rumah.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 24 April 2018  |  05:21 WIB
Ilustrasi - Webmd
Ilustrasi - Webmd
Bisnis.com, JAKARTA - Kerap terjadi, ibu yang menjadi wanita karir meluapkan persoalan dan emosi atas kesulitan pekerjaaannya kepada anak di rumah.
 
Energi ibu habis terkuras di kantor atau tempat pekerjaan dan di rumah hanya tinggal sisa energi yang dikeluarkan dengan marah.
 
"Ibu yang meluapkan emosinya dari kantor saat sedang di rumah, menurut saya itu tidak fair bagi anak," ujar Nyi Mas Diane, Ketua Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Yayasan Bhakti Asdiraa, Senin (23/4/2018).
 
Dia katakan, setelah seharian sibuk di tempat pekerjaan, biasanya ibu akan sulit mendengarkan keluhan-keluhan anaknya dan menjadi orang tua yang "weekend". Mulai Senin sampai Jumat sibuk bekerja dan meluangkan perhatiannya hanya saat libur di akhir pekan.
 
Dalam kondisi tersebut anak berpeluang mencari perhatian ke tempat lain yang cenderung memberi contoh buruk bagi perkembangan emosinya. Misalnya, karena merasa bersalah terlalu banyak menghabiskan waktu di luar, orang tua memberikan sarana permainan dalam bentuk apapun, seperti gawai atau gadget atau game digital lain serta kebebasan yang luas kepada anak untuk menggunakannya.
 
Namun dengan begitu, tercipta kondisi tidak adanya komunikasi di dalam keluarga. Suami dan istri yang keduanya bekerja juga cenderung lebih sering mengalami pertengkaran dalam keluarga sehingga akan mempengaruhi anak-anak juga. Kondisi tersebut akan merusakan kepercayaan diri seorang anak, mereka merasa tidak aman.
 
"Orang tua yang baik adalah orang tua yang memahami posisinya sebagai orang tua. Mengetahui tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Melindungi, memberikan pendidikan, mencegah pernikahan dini, menumbuhkembangkan bakat dan minat serta karakter anak dan sebagainya."
 
Karena itu, opsi apapun yang menjadi pilihan orang tua, seperti keputusan sang ibu untuk bekerja di luar, pastikan kebutuhan dan kepentingan anak selalu menjadi prioritas.
 
Pastikan si buah hati akan tetap mendapat perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkannya. Meskipun sibuk bekerja di luar, orang tua harus tetap sering berkomunikasi, memberikan perhatian dan menjadi bagian dari keseharian anak.
 
Bila si ibu merasa letih setelah pulang bekerja, tidak perlu menyatakan keletihannya kepada anak karena mereka akan merasa tidak dihargai atau tidak terlalu dipentingkan dibandingkan dengan pekerjaan orang tuanya. Begitu juga bila si anak melakukan kesalahan, lantas membandingkannya dengan anak lain yang dinilai lebih baik.
 
"Ngobrol lah dengan anak sebisa mungkin, sesibuk apapun orang tua bekerja di luar sana. Ayah dan ibu, keduanya harus terlibat berkomunikasi dengan anak. Jangan jadi orang tua "weekend"."
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wanita karir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top