Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dulu, Dokter Indonesia Dipekerjakan hanya Sebagai Mantri Cacar

Sebagai awal mula dilaksanakannya pendidikan kedokteran di Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sudah mengalami perjalanan yang begitu panjang, lebih dari 1,5 abad lampau.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 02 Mei 2018  |  02:26 WIB
Dulu, Dokter Indonesia Dipekerjakan hanya Sebagai Mantri Cacar
Dokter memeriksa anak yang mengalami gejala difteri. - Twitter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai awal mula dilaksanakannya pendidikan kedokteran di Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sudah mengalami perjalanan yang begitu panjang, lebih dari 1,5 abad lampau.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menuturkan, pendidikan kedokteran di Indonesia berawal pada 1849, yaitu saat dikeluarkannya surat keputusan Pemerintah Gubernemen Nomor 22 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran di Indonesia.

"Ketika itu, lulusan dari program pendidikan ini bergelar sebagai Dokter Djawa, tetapi hanya dipekerjakan sebagai Mantri Cacar," ujanya, Selasa (1/5/2018).

Namun, lanjut dia, perbaikan pendidikan kedokteran terus ditingkatkan. Pada 1898, berdiri School tot Opleiding voor Indische Artsen (STOVIA) atau sekolah kedokteran bumi putera di Jalan Abdurahman Saleh (sekarang menjadi Museum Kebangkitan Nasional). Sedangkan Rumah Sakit Militer Weltevreden (sekarang RSPAD Gatot Soebroto) menjadi rumah sakit pendidikan.

Seiring dengan bertambahnya jumlah pelajar di STOVIA, maka pada 1920 lokasi perkuliahan dipindahkan ke kompleks Salemba 6. Pemindahan ini seiring dengan berdirinya Rumah Sakit Centrale Burgerlijke Ziekenhuis atau CBZ (sekarang RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo) pada 1919.

Selanjutnya, pendidikan kedokteran semakin berkembang setiap tahun, ditandai dengan perubahan nama institusi dan perbaikan sistem pendidikan. Pada 1927, nama STOVIA diganti menjadi Geneeskundige Hooge School (GHS) dan berubah kembali menjadi Ika Daigaku di era Jepang.

Setelah Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia dan Genesskundige Faculteit, Nood-Universiteit van Indonesie pasca-kemerdekaan, akhirnya pada 2 Februari 1950 terbentuklah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). FKUI menjadi fakultas kedokteran pertama di Indonesia dan juga menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Indonesia.

"Berdirinya FKUI juga menjadi titik awal dibukanya fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. "Bukti-bukti perjalanan panjang tersebut saat ini tersimpan rapi dalam Museum IMERI FKUI," kata Ari Fahrial.

Untuk mengulasnya lebih jauh, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018, FKUI pun akan menyelenggarakan Seminar bertema Perkembangan Pendidikan Kedokteran dari Masa ke Masa, pada Rabu (2/5), pukul 13.00 WIB di Ruang Senat Akademik, Jalan Salemba Raya Nomor 6, Jakarta Pusat.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini a.l. sejarawan Indonesia yang juga alumni FKUI tahun 1971, Rushdy Hoesein, staf pengajar senior FKUI R. Sjamsuhidajat serta Ketua Unit Pendidikan Kedokteran FKUI Ardi Findyartini.

Ketiganya akan menceritakan sejarah pendidikan kedokteran di Indonesa yang dimulai dari era penjajahan, pasca-kemerdekaan hingga era modern saat ini. Selain itu juga pengalaman ketiganya dalam menjalani pendidikan kedokteran di masa yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedokteran
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top