Hasil Disertasi Dokter Farida Direkomendasikan Digunakan BPJS Kesehatan

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang Farida Rusnianah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin (21/5/2018).
Yoseph Pencawan | 21 Mei 2018 22:40 WIB
Farida Rusnianah (paling kanan) berdiri di hadapan tim penguji disertasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin 21 Mei 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang Farida Rusnianah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin (21/5/2018).

Adapun disertasi tersebut berjudul Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Tempat Kerja untuk Peningkatan Kompetensi Pelayanan Komprehensif Berpusat pada Pasien bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

Dalam disertasinya, salah satu poin yang disampaikan dokter Farida adalah merekomendasikan Model P2BTK ini kepada beberapa institusi terkait. Di antaranya institusi pendidikan kedokteran yang mengembangkan pendidikan post graduate dokter layanan primer/dokter keluarga, learning center BPJS, Badan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan serta P2KB organisasi profesi.

Selain itu, ia juga merekomendasikan instrumen Case-based Discussion maupun Direct Observation, sebagai instrumen pengukuran pelayanan komprehensif berpusat pada pasien, kepada institusi pendidikan kedokteran, Lembaga Surveyor Nasional FKTP dan lembaga lainnya.

Perlunya tambahan materi dan jam tentang konseling masalah kesehatan jiwa pada kegiatan tatap muka modifikasi pertemuan Balint group dokter di FKTP juga menurutnya perlu dilakukan. Hal itu karena berdasarkan hasil penilaian DO menunjukkan sebagian responden masih memberikan pelayanan kurang sempurna pada indikator konseling masalah kesehatan jiwa.

Namun dia juga menyarankan dilakukannya penelitian lanjutan dengan uji coba yang lebih luas sehingga dapat dibandingkan dengan berbagai karakteristik tempat dan peserta dalam setiap uji coba model. Penelitian lanjutan itu juga perlu dilakukan karena keterbatasan penelitian ini yang tidak melakukan pengukuran awal menggunakan instrumen DO di tempat kerja sebelum implementasi model.

Di samping itu masih diperlukan pula penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang menyebabkan masih tingginya jarak antara harapan dan kenyataan yang dirasakan pasien tentang pelayanan komprehensif berpusat pada pasien di FKTP.

Hasil penelitian disertasi dokter Farida sendiri telah memperoleh indikator pelayanan komprehensif berpusat pada pasien di FKTP yang menjadi dasar penyusunan instrumen Direct Observation (penilaian berbasis tempat kerja). Dia juga telah menghasilkan bahan ajar sesuai kebutuhan dokter di FKTP.

Penelitian yang dilakukannya juga telah menghasilkan Model P2BTK yang tervalidasi dengan kesepakatan ahli. Model ini pun telah dibuktikan secara empiris efektif mampu meningkatkan kompetensi pelayanan komprehensif berpusat pada pasien bagi dokter di FKTP.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top