Dengan Alasan Ini, PT Kino Yakin Produknya Bisa Cegah Panas Dalam saat Puasa

Risiko mengalami panas dalam dapat dialami oleh seseorang bila dalam menjalankan puasa tidak memperhatikan pola makan yang baik, terutama asupan cairan.
Yoseph Pencawan | 24 Mei 2018 20:56 WIB
Yuna Eka Kristina, Senior PR Manager PT Kino Indonesia, Tbk. - JIBI/Yoseph Pencawan

Bisnis.com, JAKARTA - Risiko mengalami panas dalam dapat dialami oleh seseorang bila dalam menjalankan puasa tidak memperhatikan pola makan yang baik, terutama asupan cairan.

Menurut Dokter spesialis penyakit dalam dari RS St. Carolus Laurentius Aswin Pramono, panas dalam mengacu pada penyakit yang mana tubuh sedikit lebih sensitif terhadap panas, tenggorokan sakit dan selalu haus.

Namun Yuna Eka Kristina, Senior PR Manager PT Kino Indonesia, Tbk. mengatakan pihaknya yakin produk Larutan Cap Kaki tiga dapat menjadi solusi untuk mencegah panas dalam di bulan puasa.

"Khasiat Larutan Cap Kaki Tiga sudah terbukti selama puluhan tahun," ujarnya, Kamis (24/5/2018).

Dia menjelasna, Larutan Cap Kaki Tiga mengandung Gypsum Fibrosum yang berfungsi mendinginkan tubuh dan mineral Calcitum yang larut dalam air. Kedua mineral alami ini sudah dikemas secara modern di dalam larutan tersebut.

Semua mineral alami memiliki peran penting dalam mengatasi dehidrasi. Dan selain untuk keperluan hidrasi, mineral seperti Gypsum Fibrosum dan Calcitum berfungsi sebagai katalisator.

Produk ini sendiri diklaim Yuna sebagai pelopor larutan penyegar karena sudah dibuat sejak 1937 oleh perusahaan asal Singapura, Wen Ken Drug Co (Pte) Ltd. Larutan Cap Kaki Tiga masuk ke Indonesia sejak 1978 dan sejak 2011 hak dagangnya dimiliki oleh PT Kino Indonesia, Tbk.

"Selama itu, formulasinya tidak pernah berubah. Saat ini Larutan Cap Kaki Tiga sudah teregistrasi di Badan POM dan sudah mendapatkan label halal dari MUI."

Dia memastikan, larutan ini aman dikonsumsi semua kelompok usia, terlebih gejala panas dalam dapat dialami semua orang, mulai dari anak-anak sampai Lansia.

Tag : kesehatan, Puasa, kino indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top