Penyakit Hipertensi, Pabrik Bantah Pernyataan Dokter Rina Soal Bahan MSG

Persatuaan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia, atau P2MI, berupaya meluruskan adanya pandangan bahwa bahan penyedap rasa yang mengandung Monosodium Glutamate tidak baik bagi penderita hipertensi.
Yoseph Pencawan | 26 Mei 2018 14:18 WIB
Ilustrasi - Wowamazing

Bisnis.com, JAKARTA -- Persatuaan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia, atau P2MI, berupaya meluruskan adanya pandangan bahwa bahan penyedap rasa yang mengandung Monosodium Glutamate tidak baik bagi penderita hipertensi.

Ketua P2MI M. Fachrurozy menyatakan pandangan tersebut tidak benar karena sebagai bahan tambahan pangan penyedap rasa, MSG memiliki kandungan natrium yang jauh lebih rendah (12) dibandingkan dengan garam dapur (38).

"Sehingga MSG tidak menjadi penyebab rasa haus sehingga tekanan darah menjadi tinggi, bahkan MSG dapat mengurangi penggunaan garam tanpa mengurangi kelezatan makanan tersebut," katanya dalam keterangan persnya yang diterima Bisnis.

Menurut M. Fachrurozy, MSG terbuat dari tetes tebu, bukan zat kimia (sintetik) atau zat aditif, dan dibuat melalui proses fermentasi. Adapun kandungan zat dalam MSG adalah Asam Glutamat 78Vo, Natrium 12 dan Air 10.

Dia melanjutkan, zat utama dari MSG adalah Asam Glutamat yang merupakan Asam Amino, tidak berbeda dengan Asam Glutamat yang terkandung dalam makanan alami sehari-hari seperti tomat, susu, keju dan sebagainya.

MSG juga mudah larut dan dapat dimetabolisme dengan baik dalam tubuh serta sudah diakui keamanannya oleh beberapa badan dunia yang berkompeten di bidang makanan. Seperti JECFA (terdiri dari FAO dan WHO), FDA, Kementerian Kesehatan serta BPOM.

Selain itu, lanjut dia, MSG merupakan salah satu bahan tambahan pangan penguat rasa yang paling aman dan diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033/2012 dengan takaran penggunaan secukupnya.

"Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa MSG aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan," tegas dia.

Sebelumnya, Rina Ariani, Anggota Pakar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyarankan masyarakat bila ingin mengurangi tekanan darah, cara paling mudah adalah dengan mengurangi konsumsi garam.

Kemudian lebih mencermati makanan yang sering secara tidak disadari ternyata memiliki kandungan garam yang tinggi. Misalnya, makanan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamat).

Menurut dia, makanan yang mengandung MSG akan terasa enak sekali, contohnya makanan yang mengandung banyak mecin. Namun setelah memakannya akan terasa haus karena menarik air dan inilah yang membuat tekanan darah menjadi tinggi.

Tag : hipertensi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top