Pemasungan Jadi Fenomena Global dengan Beragam Cara

Selama ini mungkin masih banyak yang mengira bahwa tindakan pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa hanya dilakukan di Indonesia, tetapi ternyata anggapan tersebut tidak demikian.
Yoseph Pencawan | 29 Juni 2018 20:16 WIB
Ilustras - Kemensos.go.id

Bisnis.com, DEPOK - Selama ini mungkin masih banyak yang mengira  tindakan pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa hanya dilakukan di Indonesia,  ternyata anggapan tersebut tidak demikian.

Dalam disertasi yang dipertahankannya pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di Auditorium Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Depok, Jumat (29/6/2018), Heni Dwi Windarwati menyebutkan  tindakan pemasungan merupakan fenomena global dan telah dilaporkan di seluruh dunia.

Di Afrika Barat, khususnya Ghana, bentuk pemasungan adalah rantai di pergelangan kaki yang menempel pada sebatang pohon atau blok beton di tempat-tempat peribadatan. Pemasungan dengan menggunakan rantai juga ditemukan di Somalia dan India.

Berbeda dengan Afrika Barat dan Asia, bentuk pemasungan di negara-negara barat ditemukan banyak dilakukan di penjara. Adapun di Indonesia, memasung orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dilakukan dengan beberapa cara. Pasung ditemukan dalam bentuk balok, kurungan, diikat dengan tali dan ada yang dengan rantai juga.

Di Indonesia, jumlah ODGJ yang mengalami pemasungan sampai saat ini masih cukup banyak. Angka pemasungan pada ODGJ di Indonesia berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2017 diperkirakan masih mencapai 14,3% atau sekitar 60.000 orang dengan skizofrenia (ODS).

"Pemasungan sebagian besar terjadi di pedesaan dengan porsi 18,2%, sedangkan di perkotaan sebanyak 10,7%," katanya.

Adapun estimasi pemasungan di Jawa Timur, sebagai provinsi berpopulasi terbesar di Indonesia, mencapai 16,3% atau sekitar 13.500 ODS. Laporan Dinas Kesehatan Jatim pada 2012 menyebutkan jumlah pasung di daerahnya sebanyak 1.033 sehingga fakta ini menurut Heni menunjukkan bahwa jumlah temuan pemasungan pada ODS masih jauh dari estimasi.

Heni Dwi sendiri dalam penelitiannya menemukan model rehabilitasi terbaru untuk mencegah terjadinya pemasungan kembali ODS. Model ini menjadi disertasi doktoralnya yang berjudul Pelepasan Pasung Berbasis Masyarakat pada Orang dengan Skizofrenia.

Tag : kesehatan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top