Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi Canggih Ini Bisa Tangani Sakit Batu Empedu dengan Mudah

Saat mengalami batu empedu, penderita biasanya akan merasakan beberapa gejala seperti nyeri hebat di perut kanan atas yang tembus ke belakang, perut kembung, cepat kenyang dan mual dan nyeri perut kanan atas yang terus-menerus.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 09 Juli 2018  |  05:10 WIB
Teknologi Canggih Ini Bisa Tangani Sakit Batu Empedu dengan Mudah
Ilustrasi sakit perut Blogdoctoroz.com -
Bisnis.com, JAKARTA - Saat mengalami batu empedu, penderita biasanya akan merasakan beberapa gejala seperti nyeri hebat di  perut kanan atas yang tembus ke belakang, perut kembung, cepat kenyang dan mual dan nyeri perut kanan atas yang terus-menerus.
 
Kendati demikian, dewasa ini pasien tidak perlu terlalu khawatir harus menjalani operasi terbuka untuk penyembuhannya. Menurut Eko Priatno, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif di Rumah Sakit Pondok Indah, saat ini sudah ada teknologi yang sangat memudahkan penanganannya.
 
"Perkembangan teknologi kesehatan tidak hanya membuat pemeriksaan menjadi semakin detail, tetapi juga meringkas penanganan yang dilakukan," kata dia, Minggu (9/7/2018).
 
Salah satunya adalah dengan hadirnya Single Incision Laparoscopic Surgery (SILS) atau laparoskopi satu titik. Salah satu pengaplikasian  teknologi baru ini adalah untuk penanganan batu empedu.
 
Pada awalnya, penanganan batu empedu dilakukan dengan operasi terbuka (open cholecystectomy). Namun, karena banyaknya komplikasimorbiditas dari tindakan tersebut, dikembangkanlah operasi dengan teknik sayatan kecil (laparoscopy surgery).
 
Mulanya, teknik yang mulai digunakan pada 1985 ini dilakukan dengan membuat 3-4 sayatan sebesar lubang kunci. Seiring waktu, teknologi di dunia medis berkembang.
 
Pada 1997, Navarra memerkenalkan teknik yang disebut dengan laparaskopi satu titik. Teknik baru ini menjadi alternatif untuk meminimalkan komplikasi akibat sayatan operasi.
 
Intervensi dengan teknologi hanya meninggalkan bekas luka yang sangat minim (hampir tidak terlihat) karena hanya membuat satu sayatan kecil. Pasien yang ditangani dengan teknik ini pun akan semakin nyaman.
 
Hal itu karena minimnya rasa nyeri paska operasi, masa perawatan di rumah sakit yang lebih singkat serta lebih cepat untuk dapat kembali beraktivitas.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top