Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan "Lonceng Kematian", Keberhasilan Pengobatan Kanker Modern Capai 70%

Penyakit kanker sudah menjadi momok yang menakutkan saat ini karena bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan bisa menyebabkan kematian.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 09 Juli 2018  |  06:38 WIB
Bukan "Lonceng Kematian", Keberhasilan Pengobatan Kanker Modern Capai 70%
Ilustrasi kanker payudara - Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit kanker sudah menjadi momok yang menakutkan saat ini karena bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan bisa menyebabkan kematian.
 
"Vonis kanker dianggap sebagai lonceng  kematian. Walau begitu, bukan berarti kanker berujung pada kematian karena bisa diobati," kata Dr. dr. Sonar Soni Panigoro. Sp. B (K) Onk. M.Epid. MARS, Ketua Kolegium Bedah Onkologi Indonesia.
 
Berdasarkan data, jelasnya, dengan pengobatan modern keberhasilan penanganan kanker mencapai 70%, meski sembuh tidaknya kanker tergantung pada stadium dan jenis kanker.
 
Pada stadium dini, kemungkinan untuk sembuh semakin besar dan jika ditemukan pada stadium lanjut, penanganan akan semakin sulit. Selain itu, pengobatannya juga harus tepat serta ada dukungan dari berbagai pihak, terutama dari pihak keluarga.
 
Selain itu, deteksi dini juga sangat penting untuk keberhasilan pengobatan, meski pada kenyataanya masih banyak masyarakat yang takut  memeriksakan  diri.
 
"Penyebabnya bisa karena takut akan kematian, takut operasi, takut menjalani kemoterapi, dan lainnya."
 
Lebih lanjut dipaparkannya, kanker yang ditemukan pada stadium 0 tingkat kesembuhannya 100%, 90% pada stadium 1, 80% pada stadium 2, 60% pada stadium 3, tetapi tidak bisa disembuhkan jika baru ditemukan pada stadium 4.
 
"Bagaimana dengan pengobatan alternatif? Tidak ada yang sembuh," tegasnya.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan kanker
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top