Begini Strategi Pemerintah Kurangi Kasus Demam Berdarah

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) berupaya agar angka kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia makin berkurang.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 17 Juli 2018 17:07 WIB
Kepala Subdit Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Kemenkes RI, Dr. Suwito, M.Kes dan Subdit Arbovirosis Kemenkes RI, Dr. Guntur Argana, M.Kes . - JIBI/ Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) berupaya agar angka kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia makin berkurang.

Untuk itu, pemerintah memiliki strategi yang cukup mumpuni guna mencegah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini menyerang penduduk Indonesia.

"Pertama, penguatan sumber daya manusia, ini sumber daya yang perlu kita kuatkan, mulai dari sumber daya pengendalian vektornya [nyamuknya], sumber daya pemeriksaan laboratoriumnya sampai sumber daya yang berkaitan dengan pengobatannya, jadi dokter yang mengobati juga kita tingkatkan kompetensinya," ungkap Suwito, Kepala Subdit Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Kemenkes RI dalam acara Buyer Vector Control Expert Meeting ke-5, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Kedua, pemberdayaan masyarakat, Suwito mengatakan bahwa pengendalian demam berdarah tidak dapat dikerjakan sendiri oleh Kemenkes RI, Dinas Kesehatan, dan juga tenaga kesehatan.

"Karena apa, karena nyamuk itu ada di mana-mana, tidak mungkin tenaga kesehatan bekerja sendiri untuk pengendalian demam berdarah sehingga kami terus mencoba untuk menggerakkan dan mengedukasi masyarakat," lanjutnya.

Upaya pengendalian masyarakat yang paling dekat adalah dengan diadakan sistem satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).

"Jadi setiap rumah diharapkan ada satu orang anggota keluarga yang melakukan pemantauan jentik dan pengendalian nyamuk di rumahnya masing-masing," jelasnya.

Ketiga, peningkatan pengawasan, pengawasan yang dimaksudkan Suwito adalah jika ditemukan terjadi kasus DBD, maka dengan cepat upaya untuk penanggulangannya pun segera dilakukan.

"Terutama tentang nyamuknya, jadi kalau kita sudah tau populasi nyamuk akan naik, maka kita harus berhati-hati karena sudah kita awasi kita sudah dapat menanganinya lebih awal," tambahnya.

Keempat, pengawasan vektor terpadu, dengan memadukan dari berbagai metode yang ada sehingga mengurangi pemakaian pestisida. Kelima, ada kolaborasi lintas program.
"Jadi bagaimana sektor dan program yang lain juga mendukung pengendalian demam berdarah, memberikan edukasi kepada masyarakat," tukasnya.

 

Tag : dbd
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top