Siluet Klasik Berpadu Warna Alam Gaya ETU

Poetic Breeze bercerita tentang indahnya rasa dalam menyambut musim semi. Sebuah inspirasi koleksi modest wear dengan siluet klasik yang memadukan warna alam dan romantisme musim semi yang puitis.
Asteria Desi Kartika Sari | 31 Juli 2018 01:57 WIB
Siluet Klasik Berpadu Warna Alam Gaya ETU - Asteria Desi

Bisnis.com, JAKARTA-- Poetic Breeze bercerita tentang indahnya rasa dalam menyambut musim semi. Sebuah inspirasi koleksi modest wear dengan siluet klasik yang memadukan warna alam dan romantisme musim semi yang puitis.

Konsep itu yang ditampilkan Etu by Restu Anggraini dalam Jakarta Modest Fashion Week 2018 (JMFW 2018) yang diselenggarakan di Gandaria City, Jakarta.

Puitisme alam yang ditandai oleh angin yang berbisik membawa keharuman bunga yang bermekaran. Restu mengatakan Poetic Breeze adalah penanda dimulainya siklus kehidupan yang teduh dan dingin yang berlalu.

 "Ini terlahir atas hasil eksplorasi tren fashion lintas dekade yang mengedepankan siluet-siluet khas era 1950-an dan 1960-an, " kata Restu.

Menurutnya, dua era dengan kekuatan estetika yang berbeda namun tetap selaras ketika dipadankan. Juxtaposition atau perbandingan antara siluet ala era 1950-an yang menekankan garis pinggang dipadukan dengan potongan lurus ala era 1960-an terbukti mampu menciptakan tampilan modest yang minimalis, klasik, dan elegan, dengan injeksi nuansa feminin yang bersahaja.

 Melalui koleksi ini, Etu kembali menggunakan material maskulin seperti linen, dan cotton serta satin, dan lace dengan motif dan palet bernuansa genderless. "Permainan garis rancang maskulin dan feminin dalam proporsi yang seimbang demi menciptakan tampilan modest yang appropriately stylish, " jelasnya.

 

Tag : fashion
Editor : Mia Chitra Dinisari
Top