Komedian Abdel Achrian Luncurkan Buku Anak Pancong Bersama Teman-Teman Nongkrongnya

Buku ini berkisah tentang tongkrongan alias tempat nongkrong atau berkumpul Abdel bersama teman-temannya di warung kopi di dekat Terminal Rawamangun pada pertengahan 1980-an sampai pertengahan 1990-an.
Saeno | 14 Oktober 2018 13:55 WIB
Abdel Achrian - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA: Komedian Abdel Achrian bersama teman-temannya semasa SMA akan meluncurkan buku berjudul Anak Pancong.

Jika tak ada aral melintanng, buku Anak Pancong akan diluncurkan Sabtu (20/10/2018).

Buku ini berkisah tentang tongkrongan alias tempat nongkrong atau berkumpul Abdel bersama teman-temannya di warung kopi di dekat Terminal Rawamangun pada pertengahan 1980-an sampai pertengahan 1990-an.

“Orang di balik penerbitan buku ini sih dua orang kakak kelas gue, tetapi kebetulan gue dulu satu tongkrongan dengan mereka. Gue kebagian nyumbang tulisan juga” kata Abdel.

Cover buku Anak Pancong: Kisah Abdel dan teman-teman nongkrongnya semasa SMA/Istimewa

Abdel menambahkan buku setebal 250 halaman lebih itu disunting seorang jenderala bintang satu serta wartawan senior yang sempat bekerja di koran ekonomi dan bisnis nomor satu di Indonesia.

Abdel memberikan gambaran soal seriusnya penggarapan buku tersebut.

“Buku Anak Pancong ini digarap serius. Bisa dilihat kan dari penyuntingnya? Jenderal bintang satu sama wartawan senior! Terus, yang kasih endorse di buku itu gubernur, seniman yang mantan gubernur, komika papan atas, dan host acara terkenal di TV. Ada direktur BUMN besar dan pejabat di kementerian yang nyumbang tulisan. Mereka semua itu Anak Pancong,” ungkapnya.

Bagi komedian senior ini, tongkrongan Anak Pancong menjadi salah satu tempat yang menempa dirinya termasuk mengasah kemampuan untuk melemparkan kelucuan-kelucuan yang amat berguna bagi kariernya sekarang ini.

“Temen gue banyak yang lucu-lucu, bahkan mungkin lebih lucu dari gue,” ujar Abdel dengan nada serius.

Tongkrongan Abdel itu disebut Anak Pancong karena memang mereka nongkrong di warung kopi yang juga jual kue pancong. Lokasinya persis di sebelah Terminal Rawamangun, Jakarta Timur. “Tapi sekarang warungnya udah gak ada,” imbuh Abdel.

Salah satu tulisan di buku itu menceritakan bagaimana Abdel semasa SMA sempat ngamen dari rumah ke rumah di seputaran Rawamangun bersama teman-temannya. Menurut dia, uang bukan jadi tujuan utama mengapa mereka mengamen.

“Temen gue banyak yang kaya. Kayaknya bukan uang deh yang kita cari waktu itu. Kebetulan, Anak Pancong banyak yang suka musik. Ngamen mungkin salah satu cara kita ngetes mental kali ya,” kata Abdel.

Hubungan Anak Pancong dengan pemilik kedai kopi tempat mereka nongkrong—biasa dipanggil Babeh dan Ibu Sami— juga begitu mendalam. Keduanya kini sudah meninggal dunia.

“Babeh dan Ibu Sami sudah seperti orang tua sendiri. Bayangin, temen-temen gue sampai beliin sawah buat Ibu Sami di kampungnya di Brebes sana. Ketika beliau meninggal, abang gue khusus datang dari Jakarta ke sana ngewakilin anak-anak,” tutur Abdel dalam keterangan tertulisnya yang dikirim kepada Bisnis.com, Minggu (14/10/2018). 

Pertemanan Anak Pancong, menurut Abdel, terus berlangsung sampai sekarang. Mereka masih suka kumpul-kumpul. Lucunya, Abdel nongkrong bareng dengan kakak lelakinya di warung pancong itu.

Abdel Achrian: Anak Pancong/kolase-sae

“Buku ini buat kenang-kenangan kita dan juga anak-anak kita, biar tahu gimana dulu bapaknya nongkrong semasa remaja,” tutup Abdel.

Ditanya apakah dari buku ini lantas akan ada film tentang Anak Pancong, Abdel menyebutkan sudah ada yang mengusulkannya.

"Udah ada yang usul kisah ini dijadiin film. Nanti deh difikirin... mudah-mudahan bisa laku dulu bukunya," ujar Abdel.

Tag : infotainment, buku
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top