6 Rempah Indonesia Pernah Jadi Primadona di Dunia

Pada masa lampau, Indonesia adalah jalur rempah dunia yang membuat Indonesia masuk sebagai jalur perdagangan dunia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 17 Oktober 2018 15:50 WIB
Petani memanen bunga cengkeh di salah satu perkebunan di Desa Bambu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (7/4). - Antara/Akbar Tado

Bisnis.com, JAKARTA – Pada masa lampau, Indonesia adalah jalur rempah dunia yang membuat Indonesia masuk sebagai jalur perdagangan dunia.

Berdasarkan pantauan Bisnis di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (17/10/2018), dalam pameran Wallace Week dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, diketahui bahwa rempah-rempah khas Indonesia pernah menjadi primadona di dunia.

Cengkeh

Cengkeh adalah rempah-rempah yang berasal dari Kepulauan Maluku, Indonesia. Bunga cengkeh digunakan dengan cara dikeringkan ditambahkan ke dalam masakan secara utuh atau bisa dengan ditumbuk.

Pohon cengkeh berasal dan pertama kali dibudidayakan di beberapa kepulauan di Maluku, di mana tumbuhan ini tumbuh secara liar. Biasanya ditemukan di dataran pegunungan rendah. Hasil panen dan perdagangannya memiliki sejarah yang panjang dan menarik, dan tidak ada hasil panen lain yang memiliki peran setara dalam sejarah dunia.

Sejarah Cengkeh

Pada awal abad ke-17, saat Belanda mengusir Portugal dari Maluku, budidaya cengkeh telah menyebar ke banyak pulau. Di bawah kekuasaan Belanda, hasil panen dikonsentrasikan di Ambon dan 3 pulau terdekat saja, sementara sisanya dimusnahkan. Dari Maluku, pohon cengkeh dibawa ke berbagai bagian Asia lainnya.

Awal abad ke-19, Inggris membawa tanaman ini ke Penang yakni di Malaysia, lalu Sumatera, India, dan Sri Lanka. Sepanjang ekspedisi di tahun 1753, 1770, dan 1772, Prancis mengambil sejumlah pohon muda yang tidak terkena tebangan kapak Belanda, dan membawanya dari Maluku Utara ke Mauritius. Pohon-pohon tersebut menjadi cikal bakal pertumbuhan populasi cengkeh di luar Asia, seperti Zanzibar, Madagaskar, dan yang terkini juga di Bahla, Brasil.

Kegunaan Cengkeh

Sejak dulu, cengkeh tetap dianggap bernilai tinggi, sebab dianggap sebagai rempah oleh bangsa Tionghoa. Pada awal Abad Pertengahan, rempah menjadi semakin penting di Eropa dan juga di India. Di Asia Tenggara, cengkeh tidak banyak digunakan sebagai penyedap rasa melainkan untuk kebutuhan medis. Cengkeh mengurangi sakit gigi dan bau mulut juga dapat digunakan sebagai stimulan.

 

Tag : rempah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top