Pentingnya Sertifikat Pedigree pada Kucing Ras

Perkembangan bisnis kucing ras di Indonesia berkembang pesat dalam 15 tahun terakhir dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2020.
Dewi Andriani | 18 Oktober 2018 23:06 WIB
Ilustrasi - Livejournal

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan bisnis kucing ras di Indonesia berkembang pesat dalam 15 tahun terakhir dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2020.

Berbagai jenis kucing ras mulai dari Persia, Bengala, Maine Coon, hingga British Shorthair kini semakin diminati oleh para penggemar hewan berbulu ini. Meskipun harganya terbilang cukup mahal tetapi tidak menjadi penghalang bagi para pecinta kucing. 

Namun, untuk mendapatkan kucing ras murni pembeli harus jeli dan akan lebih baik jika memiliki sertifikat pedigree untuk memastikan silsilah kucing tersebut. Asosisasi pun saat ini banyak yang membantu para cattery untuk menyertifikasi kucing-kucing tersebut.

Dengan adanya sertifikat, harganya bisa lebih mahal dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kucing ras tanpa sertifikat. Sebab, sertifikat sering dijadikan sebagai bukti silsilah kemurnian dari ras kucing tersebut. 

Berikut petikan wawancara Bisnis bersama Sulaiman Nurjamal, Presiden The International Cat Association (TICA):

Saat ini untuk di Indonesia kucing dari ras jenis apa yang paling banyak dipelihara?

Masih dominan kucing Persia sama Maine Coon, baru kucing ras Bengala sama British Shorthair (BSA). Kalau dari ras tertua atau yang pertama kali eksis kita kenal itu kucing Persia.

Sekarang muncul ras baru disesuaikan dengan kondisi, minat, dan cuaca di Indonesia sehingga mulai tumbuh kucing-kucing ras berbulu pendek. Kalau untuk pangsa pasarnya seperti apa, apakah sudah ada pasarnya masing-masing?

Biasanya itu akan terbentuk dengan sendirinya karena kita ngga bisa membentuk mereka sukanya kucing apa. Masing-masing juga sudah ada komunitas dan klubnya sendiri-sendiri sehingga nanti akan tumbuh dengan alami kecenderungannya terhadap kucing dengan ras tertentu.

Lalu bagaimana cara membedakan antara kucing ras murni dan campuran?

Ada dua cara yang pertama dan paling mudah serta diakui itu menggunakan sertifikat karena itu untuk memvalidasi kucing ras ada sertifikat pedigree yaitu silsilah atau latar belakang dari kucing itu.

Biasanya terdapat silsilah 3 sampai 5 atau bahkan 10 silsilah keluarga kucing itu. Pedigree ini terutama dimiliki oleh kucing ras murni (purebred). Jadi kucing untuk mengetahui bahwa dia merupakan ras murni maka harus memiliki sertifikat pedigree yang jelas.

Silsilah keluarga kucing menjadi penting untuk melestarikan suatu ras serta menghindari adanya kasin silang atau campuran. Kedua, kalau yang sudah expert dan berpengalaman biasanya bisa melihat langsung dari tampilan fisik, itu sudah keliatan karena ras yang sudah dikenal itu memiliki standarnya masing-masing. Ada penampilan profilnye seperti bentuk kepala, bulunya, hidung, itu sudah ada nilai standarnya.

Kalau yang tidak mengerti berarti harus pakai sertifikat ?

Setidaknya sertifikat itu menjadi patokan dan peran serta cattery bahwa ketika dia akan mengeluarkan pedigree untuk kucing ras, dan itu dia membeli lisensinya. Jadi sebaiknya kalau pembeli atau calon adapter baru, arahkan untuk membeli di cattery yang sudah ada lisensi dan sudah memiliki nama serta terdaftar sehingga kucing yang diadopsinya merupakan kucing ras murni bukan campuran.

Penerbitan sertifikat tersebut apakah susah?

Susah-susah gampang karena sekarang juga sudah ada online, sistemnya juga sudah bagus tinggal masalahnya si adopter atau pemain mau atau ngga untuk mempelajarinya. Makanya ada club perwakilan di tiap negara seperti kami dari TICA Indonesia ini berafiliasi ke Amerika, bisa memberikan bimbingan kepada cattery agar familiar dan bisa menggunakan berbagai alat atau fasilitas yang sudah disediakan oleh asosiasi.

Pembuatan sertifikat ini akan mudah diikuti jika cattery mau belajar dan club juga melakukan sosialisasi kepada para anggotanya. Kami dari TICA Indonesia ini memiliki kegiatan rutin per 2 bulan atau sebulan sekali untuk memberikan edukasi dan membantu cattery, owner, dan breeder.

Biasanya penerbitan sertifikat silsilah kucing itu berapa lama?

Rata-rata 1 bulan dari sejak dibuat sampai ke yang ajukan pembuatan sertifikat itu. Kucing yang ada sertifikat silsilah dan yang tidak ada, apakah beda harganya?

Secara alamiah pasti beda karena kucing ini kalau yang benar-benar ras murni memiliki pedigree. Yang non pedigree ini otomatis akan beda harganya karena sertifikat pedigree ini memberi jaminan kucing secara silsliah benar-benar tercatat dan murni.

Kalau yang nonpedigree ini bisa saja merupakan kucing ras campuran. Untuk harganya, bisa beda selisih dua kali atau tiga kali lipat lebih mahal yang sudah pedigree. Kalau kucing ras murni itu harganya rata-rata antara 15 sampai 70 jutaan juga ada.

Untuk pasar kucing ras ini kapan mulai berkembang?

Sekitar 15 tahun ke belakang sampai saat ini berkembang. Mungkin puncaknya sampai tahun 2020, tapai kalau sudah terlalu banyak hokum alam juga akan berlaku pasti akan turun harganya. Terutama kalau catterynya tidak memiliki standard, tapi kalau cattery yang memiliki standard harga jualnya pasti akan tetap stabil.

Kalau untuk kucing ras yang harganya hanya Rp 5 jutaan itu biasanya kucing yang non pedigree ?

Harga itu ngga bisa jadi patokan pasti karena kadang kalau sudah suka meskipun tidak ada surat atau sertifikat pun orang akan tetap beli berapa pun harganya. Tapi memang kalau untuk yang harganya di bawah Rp10 juta atau Rp15 juta itu yang non pedigree ada juga yang harganya Rp1 juta, Rp3 juta, atau Rp5 juta balik lagi ke kualitas karena harga ngga bisa bohong.

 Saat ini TICA anggotanya ada berapa?

Kalau untuk cattery yang tercatat sekitar 80 sampai 120, kalau member itu agak sulit dilacak karena harus ke kantor dulu.

Kalau mau jadi anggota cattery di TICA itu bagaimana caranya?

Simple saja hanya mengajukan data diri sama beli lisensi untuk nama catterynya agar dikunci pakai nama yang diinginkan.

Minimal kalau mau jadi cattery punya kucing sepasang dan membeli lisensi. Setidaknya satu pasang kucing dari satu ras yang sama, dalam satu bulan selesai dan sudah bisa bergabung di TICA.

Bagaimana jika ingin memulai bisnis di bidang cattery?

Kalau di dunia kucing lebih baik memang orang yang sudah hobi dulu, karena paling menyenangkan jika hobi bisa menghasilkan uang. Kalau masuk ke bisnis ini tapi tidak tertarik dengan kucing sebetulnya bukan cara yang pas. Tapi kalau mau dihitung dalam hitung-hitungan ya tetap bisa terukur. Misalnya kucing baru bisa dikawinkan setelah usiaya setahun lalu dikembangbiakan.

Masa ovulasi atau dari janin sampai lahir itu sekitar 60 sampai 70 hari tergantung rasnya, rata-rata 65 hari kucing lahir. Masa untuk bisa dijual dan dilepas pisah dari induk itu 3 bulan, lalu itu juga sudah mulai vaksin. Disarankan jika ingin dilepas ke pembeli itu idealnya di atas 4 bulan atau 5 bulan itu sudah bisa dijual dan dikirim ke pembeli.

 

Tag : hobi, Kucing
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top