Kamping, Cara Seru Mengenalkan Alam Kepada Anak

Selain lebih mempererat ikatan dan kebersamaan di antara keluarga, berkemah juga dapat dijadikan sarana untuk mengajarkan anak lebih dekat dengan alam. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat leluasa menghirup udara segar, bermain di tengah pepohonan dan hutan pinus hingga menikmati jernihnya aliran sungai.
Dewi Andriani | 21 Oktober 2018 01:47 WIB

Setiap keluarga memiliki cara khusus untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan taman bermain, makan malam atau nonton bersama, hingga berlibur ke luar kota.

Biasanya, saat berlibur ke luar kota, orang tua sering mengajak anaknya menginap di hotel. Padahal, selain di hotel, ada cara lebih seru dan unik yang bisa menjadi alternatif saat berwisata ke luar kota yaitu dengan cara berkemah.

Selain lebih mempererat ikatan dan kebersamaan di antara keluarga, berkemah juga dapat dijadikan sarana untuk mengajarkan anak lebih dekat dengan alam. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat leluasa menghirup udara segar, bermain di tengah pepohonan dan hutan pinus hingga menikmati jernihnya aliran sungai.

Terdapat sejumlah lokasi berkemah yang bisa menjadi pilihan keluarga, lokasinya pun tidak jauh dari Jakarta seperti di Bogor, Bandung, dan Sukabumi. Misalnya saja area perkemahan di kawasan hutan pinus Wisata Citamiang yang terletak di Jalan raya Puncak Cisarua. Hanya dengan membayar Rp5.000 sudah bisa berkemah dengan berbagai fasilitas.

Selain itu di kawasan Ciwidey terdapat Bumi Perkemahan Ranca Upas berada di lapangan luas terbuka sehingga dapat menyaksikan gugusan rasi bintang di malam hari. Di sini, pengelola menyediakan alat sewa camping bagi yang tidak mempersiapkan.

Jika tidak ingin repot-repot membawa tenda, memasak, dan mencari kayu bakar sendiri, kini sudah banyak penyedia paket berkemah khusus keluarga. Misalnya saja Grand Camp Adventure yang menyediakan paket camping keluarga di Bumi Perkemahan Mandalawangi Komplek Balai Besar Taman Nasional Gunung Pangrango Cibodas.

Yusuf Mulyana, marketing Grand Camp Adventure mengatakan bahwa banyak keluarga yang sebetulnya ingin menikmati wisata kamping tanpa harus repot-repot membawa berbagai perlengkapan dari rumah.

“Kami sadar bahwa tidak semua orang ingin melakukan kamping dengan apa adanya, mereka ingin mendapatkan kemudahan berupa fasilitas yang telah tersedia,” ujarnya.

Di sini kami menawarkan hanya dengan membayar satu kali, peserta sudah mendapatkan beragam fasilitas yang lengkap mulai dari tiket masuk ke kawasan wisata, tiket kendaraan dan tiket camping.

Selain itu, pihak EO juga telah menyediakan makanan dengan menu yang dapat dipilih sendiri, peralatan kamping yang sudah siap pakai, serta perlengkapan lainnya termasuk penerangan, dispenser, air panas, toilet, api unggun, hingga pemandu wisata.

“Untuk paket keluarga kami menyiapkan mulai dari Rp200.000 – Rp300.000 per orang minimal 4 orang. Kalau ingin ditambah dengan paket outbound fun games juga bisa jadi Rp450.000 per orang,” tuturnya.

Event organizer lainnya yang juga menyediakan paket kamping adalah Caldera Indonesia yang terletak di Citarik Sukabumi. Staf marketing dari Caldera Indonesia Budi mengatakan dalam paket wisata camping keluarga di Caldera harga yang dibanderol mulai dari Rp125.000, belum termasuk makan.

“Kalau untuk yang lebih lengkap kami telah menyiapkan paket wisata kamping Rp225.000 per orang,” ujarnya.

Budi mengatakan dalam paket menginap ala camping di Caldera para peserta dapat menikmati api unggun dan sajian barbeque seperti seafood, kambing guling, sate, dan lainnya sambil menikmati bintang malam.

Selain menyediakan tenda berbentuk Dome, Caldera juga menyiapkan tenda glamping berbentuk Mongolian tent yang bundar dan bisa menampung hingga 6 orang.

MELATIH KECERDASAN

Psikolog anak dan keluarga dari Yayasan Bhakti Adhira Nyi Mas Diane mengatakan saat kamping di alam bebas banyak hal yang dapat dilatih kepada anak, mulai dari melatih kecerdasan kinestetik, keberanian, kemandirian, hingga kemampuan manajemen.

“Kemampuan manajemen benar-benar terlatih saat kamping mulai dari mengatur jadwal keberangkatan, barang bawaan, mempersiapkan waktu untuk membangun tenda, memasak, dan istirahat semua harus tertata agar kamping berjalan seru, aman, lancar, dan menyenangkan,” ujarnya.

Bagaimanapun menginap di alam bebas dengan membangun kemah tentu akan berbeda dengan menginap di hotel. Tidak semua kebutuhan yang diperlukan telah tersedia sehingga orang tua dan anak harus mempersiapkannya sendiri.

Jika segala kebutuhan telah terpenuhi, selanjutnya orang tua dapat dengan leluasa mengajak anak bermain di alam. Memperkenalkan mereka dengan indahnya tetesan embun pagi, menikmati terbitnya mentari pagi, serta memandangi hijaunya pepohonan.

“Ada anak yang dari dasarnya merupakan anak tipe dominan naturalis sehingga akan sangat menghargai semua keindahan alam. Tapi ada juga anak yang tidak dominan naturalis, mereka akan biasa saja. Anak memang beda-beda, tapi orang tua bisa mengarahkan dan mengajaknya untuk lebih dekat dengan alam,” ujarnya.

Dia mengatakan orang tua dapat mengajak anak-anak berwisata kamping sejak masih kecil sebab kecerdasan alam dapat dibangkitkan sedari dini. Namun, orang tua harus benar-benar memastikan segala kebutuhan dan perlengkapan bayi harus dibawa.

Selain itu, karena ini merupakan liburan alam yang dilakukan bersama anak-anak, maka orang tua harus benar-benar memperhatikan kesehatan anak sebelum berwisata alam.

Apalagi jika anak yang diajak masih bayi dan balita, masih sangat rentan dengan berbagai penyakit. Untuk itu, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak. “Jangan sampai sepulang dari kamping malah sakit.”

Tag : Liburan, bumi perkemahan
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top