Lukisan-lukisan Indah Ini Terbuat dari Ampas Kopi

Ada 21 pelukis menggelar pameran bertajuk “Pameran Lukisan Nuasa Kopi” dengan bahan dasar kopi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 10 November 2018 15:51 WIB
Pameran bertajuk Pameran Lukisan Nuasa Kopi digelar di Semesta Gallery pada 9-10 November 2018.JIBI - BIsnis/Gloria Fransisa Katharina Lawi

Bisnis.com, JAKARTA – Ada 21 pelukis menggelar pameran bertajuk “Pameran Lukisan Nuasa Kopi” dengan bahan dasar kopi.

Ketua Coffe Painter, Jan Praba, mengatakan ada 40 karya yang dipamerkan pada Pameran Ekspresi Nuansa Kopi di Semesta Gallery pada 9-10 November 2018.

Jan menyebut teknik yang umumnya digunakan dalam pameran lukisan kopi ini adalah water color. Selain menggunakan medium kopi dengan air, para pelukis ini juga banyak membuat lukisan kopi dengan bahan ampas kopi.

“Jadi ada yang tekniknya kopi dengan air, water color, ada yang ampas kopi, ada yang  gabungan keduanya,” terang Jan kepada Bisnis, Jumat sore (9/11/2018).

Ada pula teknik lain, kata Jan Praba, yakni dengan cara menggumpalkan serbuk kopi untuk membuat lukisan timbuh berbahan dasar kopi.

Dia menyebut ada 40 karya dalam pameran ini yang dibuat dengan rentang waktu yang beragam. Umumnya para pelukis mengerjakan karya ini dalam waktu kurang dari tiga hari.

Selain memamerkan 40 lukisan dari kopi, hasil karya pelukis tersebut juga dilelang dengan harga yang relatif terjangkau bagi para pecinta karya seni.

Jan menyebut rentang harga yang diberikan sekitar Rp2 juta sampai Rp15 juta. Adapun karya termahal seharga Rp15 juta adalah lukisan hewan luwak dan ayam, dengan menggunakan ampas kopi.

“Umumnya orang awam masih kaget orang melukis dengan kopi, ternyata kopi bisa dibuat oleh tangan seniman sebagai media ekspresi, bukan hanya untuk dikonsumsi,” terang Jan.

Jan menyebut awalnya para pelukis tidak percaya diri untuk menghargai karya mereka. Alhasil, sebagai koordinator komunitas, Jan menilai harga lukisan juga perlu disesuaikan dengan teknik, proses kerja, dan pesan implisit yang terkandung dari pelukis.

"Ada beberapa harga yang saya koreksi, karena buat saya penting untuk apresiasi. Dan sebenarnya rentang harga yang kami berikan juga tidak terlalu mahal untuk karya lukis medium kopi," paparnya.

Selain pameran lukisan, Komunitas Coffee Painter juga menggelar workshop bagaimana membuat lukisan menggunakan kopi. Pada Sabtu, (10/11/2018) bertepatan dengan Hari Pahlawan, Komunitas Coffee Painter menggelar lomba melukis untuk anak kecil.

Komunitas coffee painter baru berdiri tahun ini sebenarnya berasal dari sejumlah pelukis lintas komunitas. Para pelukis ini lantas berkomitmen untuk menggelar pameran lukisan dengan medium kopi. Komunitas ini berawal dari kegiatan melukis bersama dengan medium kopi di Museum Seni dan Keramik, Kota Tua, Jakarta.

Kegiatan ini berawal dari enam peserta saja, hingga akhirnya bertambah  sampai 40 orang. Kegiatan Komunitas Coffee Painter ini akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya Komunitas Coffee Painter juga membuat lomba melukis pada awal Oktober 2018.

Tag : lukisan, kopi, seniman
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top