Mengenaskan, 60% Hingga 70% Pasien Kanker Payudara Berobat Setelah Stadium Lanjut

Kondisi mengenaskan terjadi pada pasien penderita kanker payudara. Diperkirakan 60% hingga 70% penderita baru memeriksakan dirinya ke dokter saat kanker sudah berada dalam stadium lanjut.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 13 November 2018  |  13:09 WIB
Mengenaskan, 60% Hingga 70% Pasien Kanker Payudara Berobat Setelah Stadium Lanjut
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR— Kondisi mengenaskan terjadi pada pasien penderita kanker payudara. Diperkirakan 60% hingga 70% penderita baru memeriksakan dirinya ke dokter saat kanker sudah berada dalam stadium lanjut.

Oleh karena itu, demi penanganan lebih awal, masyarakat diimbau untuk sedari dini mengecek kesehatan mereka dari bahaya penyakit kanker. Deteksi dan penatalaksanaan menjadi solusi untuk memperbaiki  kesintasan penyakit tersebut.

Ahli bedah Prof Ida Bagus Tjakra Wibawa Manuaba mengatakan sekitar 60-70% pasien kanker payudara datang ketika stadium lanjut. Padahal, pasien dengan diagnosa kanker payudara stadium dini memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun sebesar 98%. 

“Penatalaksanaan kanker payudara sejak dini dapat menurunkan risiko kematian, menurunkan risiko kekambuuhan, sehingga dapat mempertahankan atau memperbaiki kualitas hidup dan sedapat mungkin memperpanjang kesintasan,” jelasnya, dikutip dari siaran pers, Selasa (13/11/2018).

Penelitian Fakultas Kedokteran UGM menemukan sekitar 60% pasien kanker di Indonesia datang berobat ke rumah sakit ketika dalam kondisi stadium lanjut. Pada kondisi ini, sel-sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lain sehingga lebih sulit disembuhkan dan cenderung memiliki perjalanan penyakit yang buruk.

Hal itu mengakibatkan penanganan tidak otimal dan angka kesintasan rendah. Selain itu, juga menjadi tantangan dalam program JKN. Dengan sebagian besar pasien yang datang berada dalam  stadium lanjut, akhirnya hal itu membebani pembiayaan.

Kanker payudara diklaim paling banyak ditemukan pada perempuan dan merupakan penyebab utama kematian wanita di Indonesia dan dunia.

Perwakilan dari organisasi penyintas kanker payudara Bali Pink Ribbon Nancy Donna Sihombing mengatakan untuk meningkatkan harapan hidup pasien, penanganan sejak dini harus menjadi program prioritas dalam JKN. Menurutnya, setiap pasien harus mendapatkan akses merata terhadap perawataan kanker payudara.

“Kanker payudara stadium dini perlu masuk dalam pertanggungan JKN, jika tidak hanya kanker payudara metastasis atau stadium lanjut yang saat ini sudah ditanggung JKN,” paparnya.

Sementara itu Direktur RSU Prima Media Putu Dian Ekawati menyatakan Endarwati Cancer Center siap mendampingi pasien melalui tahapan pengobatan dengan pendekatan mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perempuan, kanker payudara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top