Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Anak Sering Bertengkar dengan Saudaranya? Begini Cara Mengatasinya

Bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu biasanya menghadapi tantangan pertengkaran atau persaingan antarsaudara. Hal ini wajar, tetapi bukan berarti boleh diabaikan. Apalagi, jika pertengkaran anak mengubah suasana rumah menjadi tidak harmonis.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 15 November 2018  |  00:35 WIB
Anak Sering Bertengkar dengan Saudaranya? Begini Cara Mengatasinya
Anak-anak bertengkar. - focusforwardcc.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu biasanya menghadapi tantangan pertengkaran atau persaingan antarsaudara. Hal ini wajar, tetapi bukan berarti boleh diabaikan. Apalagi, jika pertengkaran anak mengubah suasana rumah menjadi tidak harmonis.

Untuk menghadapi situasi ini orang tua sebaiknya memahami terlebih dahulu apa penyebab pertengkaran anak. Kalau pertengkaran biasa seperti berebut makanan atau mainan umumnya tidak terlalu bikin pusing kepala.

Nah, persoalan biasanya muncul kalau pertengkaran anak disebabkan oleh perbedaan kepribadian, cemburu karena merasa orang tua lebih sayang kepada saudaranya, atau ada anak yang merasa tidak berharga karena ia tidak sehebat saudaranya.

Berikut beberapa cara yang tepat untuk meminimalisasi pertengkaran dan persaingan antarsaudara dilansir www.verywell.com:

1. Ajarkan anak untuk menghadapi konflik dengan sikap yang baik dan positif

Ketika konflik terjadi ingatkan anak-anak untuk tidak bertengkar fisik dan saling berteriak. Ingatkan pada mereka sebaiknya belajar mendengarkan pandangan satu sama lain sebelum bertengkar.

2. Jelaskan pada anak bahwa semua anak sama pentingnya

Orangtua perlu menjelaskan pada anak bahwa seluruh anggota keluarga adalah tim dalam keluarga itu. Sama halnya dengan tim yang baik, semua orang mulai dari ayah, ibu, dan anak-anak perlu bekerja sama agar suasana di rumah damai dan penuh cinta. Ingatkan anak-anak bahwa pertengkaran dapat melukai seluruh tim.

3. Terlibat dalam penyelesaian konflik anak

Tidak semua anak bisa dipercaya untuk mengatasi konflik yang sedang mereka hadapi dan belum tentu juga mereka mampu untuk mengatasinya. Orang tua perlu terlibat langsung dalam penyelesaian konflik khususnya jika pertengkaran semakin memanas bahkan dibumbui pertengkaran fisik. Duduklah bersama mereka dan upayakan untuk mendengarkan semua anak.

4. Dengarkan cerita anak dari semua sisi

Akan ada dua sisi cerita di antara anak-anak yang bertengkar. Karena itu upayakan mendengarkan kedua sisi itu tanpa menilai dan menghakimi anak. Ajari juga anak untuk saling mendengarkan pendapat masing-masing.

5. Dorong anak untuk menjelaskan masalah secara spesifik

Tanyakan pada anak apa yang membuatnya merasa sedih dan marah. Apabila anak merasa marah kepada saudaranya karena terlalu mendominasi, ingatkan anak untuk mengatakan langsung hal itu secara baik-baik.

6. Tanyakan pada anak beberapa solusi untuk menyelesaikan pertengkaran

Pada masa konflik seperti ini anak-anak bisa diajarkan untuk berempati kepada saudaranya. Cobalah untuk mengajari anak untuk menempatkan dirinya pada posisi saudaranya maupun sebaliknya. Setelah itu tanyakan pada mereka solusi apa yang harus dilakukan agar mereka dapat berdamai kembali.

7. Tunjukkan teladan

Anak adalah peniru yang ulung. Orangtua bisa memanfaatkan sifat peniru anak untuk menunjukkan cara terbaik untuk mengatasi konflik, misalnya ketika terjadi pertengkaran dengan pasangan atau keluarga.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keluarga parenting
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top