Fact or Fake: Obat Antihipertensi Losartan dan Valsartan Berbahaya

Para penderita hipertensi di Tanah Air perlu mewaspadai untuk tidak mengkonsumsi obat antihipertensi jenis ARB (angiotensin receptor blocker).
Sutarno | 05 Desember 2018 12:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Para penderita hipertensi di Tanah Air perlu mewaspadai untuk tidak mengkonsumsi obat antihipertensi jenis ARB (angiotensin receptor blocker).

Di Eropa dan Amerika Serikat, terdapat tiga obat antihipertensi  jenis ARB yang ditarik dari peredaran karena berbahaya bagi kesehatan. Ketiga obat itu adalah Irbesartan, Losartan dan Valsartan.

Ketiganya masuk kategori obat keras yang pemakaiannya harus berdasarkan resep dari dokter. Menurut keterangan resmi  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ditemukan adanya pengotor (impurities) N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA).

“Saat ini baik EMA (European Medicines Agency), US FDA (Food and Drug Administration), MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) maupun BPOM RI terus menerus melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap bahan baku tersebut,” tulis keterangan resmi yang dilansir BPOM, Selasa (4/12/2018) tersebut.

Namun, berdasarkan temuan BPOM di Indonesia hanya dua merk obat yang memiliki kasus seperti  itu, yaitu Losartan dan Valsartan.

“Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. Sementara itu  Irbesartan yang ditarik oleh US FDA, sumber bahan bakunya tidak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di Indonesia,” jelas BPOM.   

                 

BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang  terdampak impurities NDMA dan NDEA tersebut.

Hingga Selasa (4/12/2018), baru dua produsen yang secara sukarela menarik obatnya dari peredaran, yaitu Acetensa Tablet Salut Selaput  50 mg (PT Pratapa Nirmala) dan Insaar Tablet 50 mg produksi (PT Interbat).

Yang menjadi pertanyaan sekarang, ada berapa merk obat antihipertensi yang masuk jenis ARB tersebut?

Menurut data hellosehat.com, obat antihipertensi ARB adalh satu dari  8 jenis obat generik  penurun darah tinggi. Delapan jenis obat antihipertensi itu adalah Diuretik, Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, Angiotensi II receptor blocker (ARB), Calcium channel blocker (CCB), Beta blockers, Alpha blockers, Vasodilator, dan Central-acting agents.

Ada pun contoh obat anti darah tinggi jenis ARB adalah Azilsartan, Candesartan, Irbesartan, Losartan Potassium, Eprosartan Mesylate, Olmesartan, Telmisartan,  Valsartan.

Apakah Anda mengkonsumsi salah satu merek obat antihipertensi ARB tersebut? Jika terlanjur mengkonsumsinya, BPO menganjurkan agar segera berkonsultasi dengan dokter.

“Untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang terdampak  impurities NDMA dan NDEA tersebut di atas, dapat berkonsultasi dengan dokter/apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan/kefarmasian,” tulis keterangan BPOM.

Tag : bpom, Fact or Fake
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top