Obesitas Jadi Pendorong Seseorang Mengidap Kanker?

Banyak faktor penyebab seseorang terkena kanker termasuk kanker darah. Namun begitu riwayat obesitas menjadi pendorong seseorang dapat terkena kanker.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  02:03 WIB
Obesitas Jadi Pendorong Seseorang Mengidap Kanker?
Ilustrasi kanker darah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak faktor penyebab seseorang terkena kanker termasuk kanker darah. Namun begitu riwayat obesitas menjadi pendorong seseorang dapat terkena kanker.

Ahli Gizi dr. Dr. Tan Shot Yen, M, Hum mengatakan tidak ada kontribusi tunggal sebagai penyebab seseorang mengidap kanker termasuk kanker darah. Namun begitu, dia menyebut riwayat obesitas sudah terbukti menyebabkan kanker.

“Tidak ada kontributor tunggal sebagai penyebab [kanker]. Tetapi riwayat obesitas sudah terbukti menyebabkan kanker,” katanya, Senin (18/2/2019).

Hal ini didukung oleh penelitian yang dirilis bloodjournal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa obesitas dikaitkan dengan peningkatan leukimia ringan sampai dengan sedang secara umum sebesar 19%. Analisis meta-regresi ini menunjukkan hubungan linier yang signifikan secara statistik antara peningkatan indeks masa tubuh dengan dan kejadian umum leukimia selain leukimia myeloid akut.

Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam mengatakan setiap kanker darah yang diderita masih memiliki kemungkinan untuk sembuh. Namun biasanya untuk penyakit kanker, dunia kedokteran mengenal istilah remisi dan relaps.

Remisi disebut saat status pasien kanker yang sudah melewati berbagai tahapan pengobatan termasuk terapi dan dinyatakan tidak mengandung sel kanker lagi. Kendati demikian mereka tetap diminta untuk kontrol secara rutin dan teratur. Jika tidak dikontrol, bisa-bisa penyakit serupa kambuh lagi atau relaps.

“Prinsipnya bisa relaps atau remisi, beberapa juga bisa bertahan, tergantung seberapa berat komplikasi yang terjadi dan berapa lama. Secara umum pasien itu bisa diobati dan bisa remisi. Tetapi perlu kontrol karena bisa kambuh lagi,” terangnya.

Menurutnya, cara terbaik untuk mencegah kanker darah adalah dengan rutin melakukan check up setahun sekali. Usia di atas 40-an tahun dinilai rentan terjangkit penyakit termasuk karena faktor stres yang amat tinggi. Selain itu gaya hidup sehat, makan teratur serta mengonsumsi buah dan sayur, tetap bergerak dan banyak minum sangat dianjurkan guna mencegah penyakit menyerang tubuh.

dr. Tan Shot Yen turut menimpali gaya hidup sehat untuk menghindari manusia mudah terjangkit penyakit termasuk kanker. Beberapa yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi makanan di luar buatan industri seperti saus dan goreng-gorengan. Dengan menjaga tubuh, kegundahan terkena kanker juga terhindarkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top