Hollywood Perbanyak Pekerja Wanita di Depan dan di Belakang Kamera

Setahun setelah Frances McDormand menyarankan untuk memperbanyak wanita dalam pekerjaan di depan dan di belakang kamera, Hollywood menerima pekerja wanita meskipun masih jauh dari ekspektasi dan belum sebanyak dengan laki-laki.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  09:32 WIB
Hollywood Perbanyak Pekerja Wanita di Depan dan di Belakang Kamera
Frances McDormand berpose di belakang panggung setelah meraih oenghsrgaan aktris terbaik Oscar 04/03/2018 - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA - Setahun setelah Frances McDormand menyarankan untuk memperbanyak wanita dalam pekerjaan di depan dan di belakang kamera, Hollywood menerima pekerja wanita meskipun masih jauh dari ekspektasi dan belum sebanyak dengan laki-laki.

Wanita pemenang aktris terbaik itu mendesak para selebritas untuk mendesak para penunggang inklusi agar ketentuan kontrak mengharuskan produsen mewawancarai kandidat wanita untuk pekerjaan biasa hingga direktur.

Setelah pidato McDormand,  Ketua studio besar Hollywood, Warner Bros, mengadopsi kebijakan berdasarkan ide tersebut, dan bintang-bintang seperti Matt Damon dan Michael B. Jordan, yang juga bekerja sebagai produser, berkomitmen untuk mendorong pengendara inklusi.

Seorang pengacara sipil yang ikut mendukung pengembangan konsep ini, Kalpana Kotagal mengatakan, "Ini luar biasa.” Menurutnya hal ini bisa juga digunakan untuk mendorong perekrutan para kulit berwarna dan gay, serta penyandang cacat dan orang lanjut usia.

"Kami benar-benar melihatnya saat ini sedang diimplementasikan,” ujarnya seperti dikutip Reuters pada Selasa, (19/2/2019).

Kotagal menunjuk film usia dewasa "Hala," yang memulai debutnya di Sundance Film Festival dan akan didistribusikan oleh Apple Inc. Produsen mengadopsi pekerja wanita untuk mengisi banyak pekerjaan di luar layar, termasuk sebagian besar posisi kepala departemen.

Publisitas di sekitar pengendara memulai upaya baru untuk menekan pembuat film untuk meningkatkan perwakilan perempuan.

Sebuah studi yang dirilis bulan ini menunjukkan beberapa keuntungan. Empat puluh dari 100 film teratas pada tahun 2018 menampilkan perempuan sebagai tokoh utama, jumlah tertinggi dalam riset dimulai 12 tahun sebelumnya, menurut Annenberg Inclusion Initiative dari University of Southern California. Film-film itu termasuk nominasi gambar terbaik "A Star is Born," "The Favorite" dan "Roma."

Sebanyak 28 persen dari nominasi Oscar tahun ini adalah wanita, persentase tertinggi dalam sejarah. Industri ini mengambil langkah lain untuk mempromosikan keragaman gender.

The 4 Percent Challenge meminta komitmen untuk mengumumkan setidaknya satu film fitur dengan sutradara wanita dalam 18 bulan ke depan. Empat persen mengacu pada kumpulan film yang disutradarai wanita di antara 1.200 film teratas dalam 10 tahun terakhir.

"Selama beberapa dekade, direktur dipandang sebagai pekerjaan laki-laki," ucap sutradara  Adam McKay.

Namun, dia mengatakan bahwa sikapnya sedang berubah, dan perusahaan produksinya telah membuat lima film fitur dengan sutradara wanita.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hollywood, aktris

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top