Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Musik Dangdut Masih Jadi Musik Marginal?

Awalnya musik dangdut dianggap sebagai musik kampungan yang hanya digemari masyarakat lokal. Kini, musik asli Indonesia itu bisa digemari masyarakat dunia, dengan kata lain genre musik dangdut berpotensi untuk go international.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 Maret 2019  |  14:15 WIB
Bens Leo - Antara
Bens Leo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Awalnya musik dangdut dianggap sebagai musik kampungan yang hanya digemari masyarakat lokal. Kini, musik asli Indonesia itu bisa digemari masyarakat dunia, dengan kata lain genre musik dangdut berpotensi untuk go international.

Pakar musik Bens Leo mengatakan musik dangdut dapat berkontribusi untuk meningkatkan ceruk bisnis industri musik. Apalagi, lanjutnya, musik dangdut dapat diaransemen dengan berbagai macam genre musik, bahkan dengan jazz sekalipun.

“Dangdut tidak lagi dianggap sebagai musik marginal, atau dipinggirkan, karena banyak pemusik genre lain yang sudah terlibat untuk melahirkan aransemen baru,” kata Bens.

Dia mencontohkan beberapa diva musik pop sseperti Rossa dan Krisdayanti tampil dalam beberapa ajang musik dangsut. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi bukti musik dangdut diterima, bahkan secara internasional.

Bahkan negara Amerika juga sudah lama mengenal dangdut, setelah Andrew Weintraub, seorang peneliti menggilai musik itu. Sehingga melahirkan group band dangdut Cowboys yang akan tampil di Indonesia pada 16 Maret 2019 ini.

Bens bercerita nama Andrew cukup akrab di telinga pecinta musik dangdut. Profesor Etnomusicology dari University of Pittsburg, Amerika itu sudah datang ke Indonesia untuk meneliti dangdut sejak tahun 1984.

Mereka memainkan musik kombinasi antara musik country dan dangdut. Musik dangdut bagi Andrew adakah salah satu jenis musik yang sangat menarik dan mudah membagi kesenangan dengan orang lain. Band tersebut sudah manggung berpindah-pindah tempat di Amerika, mulai dari Pittsburgh, New York, hingga Washington. Dengan harapan orang Amerika juga dapat menyukai dangdut seperti mereka menyukai irama musik lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, dangdut di Amerika semakin kerap diperdengarkan. Bukan sekali bintang-bintang dangdut kita tampil di sana, termasuk memberikan perkuliahan kepada mahasiswa-mahasiswa jurusan Etnomusicology. Semakin mudah akses media sosial, semakin mudah pula orang Amerika mengenal dan menikmati.

“Masih ada potensi lagi [go international], dangdut itu kan basic-nya musik melayu diakulturasi dengan musik India dan Arab. Bahan kemudian berkembang dengan nuansa rock karena dapat dimunculkan dengan musik elektrik bahkan dengan alat musik jazz,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pedangdut
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top