Mengantisipasi Kecemburuan Antara Kakak Beradik

Pasangan suami-istri yang berencana atau tengah menantikan kehadiran buah hati yang kedua mungkin dibayang-bayangi kekhawatiran munculnya rasa cemburu pada anak pertama yang masih balita. Kondisi ini umum dikenal dengan sebutan sibling rivalry.
Reni Lestari | 23 April 2019 17:31 WIB
Ilustrasi - childology.in

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan suami-istri yang berencana atau tengah menantikan kehadiran buah hati yang kedua mungkin dibayang-bayangi kekhawatiran munculnya rasa cemburu pada anak pertama yang masih balita.

Kondisi ini umum dikenal dengan sebutan sibling rivalry.

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengatakan, sibling rivalry yang muncul pada diri si kakak setelah adiknya lahir terjadi karena kurangnya persiapan semasa kehamilan. Sebab lain yakni si kakak tidak memiliki sosok orang dewasa lain sebagai teman bermain selain ibunya. Anna menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya sibling rivalry, kehadiran anak kedua atau si adik harus terus ditanamakan pada si kakak sebelum dan selama masa kehamilan.

"Sejak sebelum kehaliman sebaiknya sudah di-sounding ke anak pertama, 'nanti kamu akan punya teman main, kamu akan dipandang sebagai kakak yang hebat'. Di-sounding terus sampai adiknya lahir," kata Anna.

Kemudian, jika ibu mengalami mual-mual atau nyeri badan lain karena kehamilan, sebaiknya jangan katakan kepada anak jika hal tersebut menimpa karena keberadaan adik dalam perut. Disarankan untuk mengatakan penyebab lain agar anak pertama tidak berpikir bahwa adiknya membawa bahaya. Menjelang kelahiran, anak juga harus diberi pengertian dan pengondisian agar tidak merasa kesepian.

"Ketika sudah mau lahir, orang tua sudah bisa menyampaikan nanti proses kelahiran dari sudut pandang si anak, dan tolong dikomunikasikan kepada orang dewasa lain yang akan mengasuh anak ini," ujarnya.

Selain itu, perasaan iri dan cemburu juga mungkin timbul saat orang-orang menjenguk adik dan membawa hadiah. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para penjenguk untuk juga memawa hadiah bagi si kakak.

Dalam hal ini orang tua dapat menyiasati dengan menyiapkan hadiah khusus bagi si kakak. "Dia juga layak mendapat kado, karena dia baru saja menjadi kakak," ujar Anna.

Terakhir, sibling rivalry masih mungkin terjadi meskipun orng tua sudah mengantisipasi dengan persiapan yang matang. Orang tua tetap diharuskan menghadapi kondisi dimana si kakak merasa cemburu kepada adiknya.

Namun demikian, dari sekian banyak upaya persiapan Anna menggarisbwahi bahwa penting bagi anak untuk memiliki sosok orang dewasa lain di sekitarnya, seperti ayah atau nenek. Hal itu untuk mengantisipasi ketika sang ibu mendapat tanggungjawab baru untuk mengasuh anak kedua, si kakak tidak akan terlalu kehilangan dan tetap dapat bermain dengan ceria.

"Itu riskan sekali karena ketika dia punya anak lagi, maka si anak pertama akan kehilangn dia. Makanya jauh lebih baik kalau si anak dekat dengan beberapa orang sekaligus, jangan sama ibunya saja," ujar Anna.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup