Banjir Diskon Jelang Hari Buruh, Bikin Hemat atau Malah Boros Ya?

Menyambut Hari Buruh, banyak e-commerce maupun toko luring yang memberikan diskon. Kalau dipikir-pikir diskon itu bikin hemat atau boros ya?
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 30 April 2019  |  18:17 WIB
Banjir Diskon Jelang Hari Buruh, Bikin Hemat atau Malah Boros Ya?
Konsumen memilih produk di salah satu situs berjualan online saat program 12.12 di Kerten, Laweyan, Solo, Rabu (12/12). Sejumlah situs berjualan online menawarkan beragam menarik seperti diskon, gratis biaya pengiriman, dan flash sale untuk memeriahkan Hari Belanja Online Nasional. - JIBI/M. Ferri Setiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Peringatan Hari Buruh pada Rabu (01/05/2019) diramaikan oleh berbagai macam diskon yang ditawarkan peritel luring maupun daring. Nah, kira-kira diskon itu bisa bikin lebih hemat atau malah jadi lebih boros ya?

Diskon merupakan salah satu strategi bisnis dalam menumbuhkan antusias konsumen untuk melakukan transaksi di tengah kian marak dan bermacamnya produk yang dapat dikonsumsi.

Penjual barang atau jasa biasanya memotong beberapa persen lebih murah dibanding harga asli dengan ketentuan yang bermacam-macam. Strategi inilah yang membuat konsumen bisa mendapatkan produk dengan harga relatif miring.

Diskon punya beragam macam rupa. Paling klasik adalah diskon tunggal yang potongan biaya harganya dihitung dari harga sesungguhnya.

Hal ini tentu akan berbeda jika dibandingkan dengan diskon ganda. Konsumen mendapat dua kali potongan dari harga sesungguhnya. Pertama dari harga aslinya, kemudian akan didiskon lagi berdasarkan hasil harga diskon pertama.

Jadi misalnya ada barang senilai Rp1.000.000 mendapat diskon 50% + 20%, itu artinya biaya yang dikeluarkan hanya senilai Rp450.000 dengan rincian 50% dari Rp1.000.000 yakni Rp500.000, sedangkan 20% dari Ro500.000 adalah Rp50.000

Kemudian ada juga yang namanya diskon up to, misalnya 70%. Maksud dari diskon ini tidak semua produk yang dilabeli dengan diskon memiliki besaran diskon yang sama. Angka diskonan yang diberikan berbeda-beda, namun maksimal hingga 70%.

Selanjutnya ada istilah diskon buy 1 get 2. Tentu artinya bukan beli 1 gratis 2 produk. Istilah ini sebenarnya diartikan konsumen dapat membeli 2 produk dengan hanya mengeluarkan biaya setara harga satu produk. Bisa dikatakan besaran diskonan yang dikenakan yakni 50%, tapi dengan syarat harus mau membeli 2 produk.

Lalu ada yang namanya diskon bersyarat. Agar bisa menikmati opsi diskonan ini, ada beragan syarat yang harus dipenuhi oleh konsumen. Misalnya saja, jika ingin mendapatkan diskon 10%, konsumen setidaknya harus mau berbelanja minimal Rp150.000.

Lalu, 2 tawaran diskon lainnya, promo cashback mengembalikan uang konsumen yang telah dibelanjakan dan flash sale memberikan diskon dalam waktu singkat.

Teliti Melihat Jebakan Diskon

Meskipun begitu, konsumen dituntut dapat jeli mengontrol sahwat berbelanja mereka.

Sejumlah tawaran diskon perlu dicermati lebih teliti mengingat potongan besar bisa saja hanya ilusi. Harga diskonan yang terlampau murah mungkin saja karena terlebih dahulu dilakuan dengan cara menaikkan harga normalnya.

Belum lagi permainan klasik angka 9 di akhir harga. Psikologis konsumen seakan dimanipulasi karena hanya melihat angka pertama, bukan secara keseluruhan hingga digit terkahir.

Konsekuensinya, meski memiliki perbedaan harga yang tak terlalu signifikan, konsumen tetap saja terpancing untuk membelinya karena 'sihir' angka 9 di akhir harga.

Mencegah Gaya Hidup Konsumtif

Sejumlah konsumen juga masih reaktif jika mendengar kata diskon itu sendiri. Rasionalitasnya seketika akan lumpuh untuk bisa membedakan mana yang diinginkan dan dibutuhkan saat mengetahui ada diskonan.

Kelak taktik diskon bakal lebih canggih. Umpan yang menggoda bakal lebih marak untuk merayu para calon konsumen agar mau menghamburkan uang demi memuaskan hasrat sesaatnya.

Konsumen pun harus bisa membuat skala prioritas untuk membedakan mana barang atau jasa yang memang dibutuhkan, bukan sekedar berlandaskan keinginan semata.

Cobalah untuk membuat perencanaan keuangan berjangka waktu, bisa per bulan maupun tahunan. Catatan keuangan yang meliputi pemasukan dan pengeluaran dapat memberikan gambaran seperti apa perilaku dalam mengkonsumi produk dalam jangka waktu tertentu

Terakhir, cermati dengan teliti setiap tawaran diskon yang mengudara. Cek harga asli produk yang ditawarkan sebelum kena diskon dan berapa persen ongkos yang bisa dihemat jika memanfaatkan diskonan tersebut.

Apabila sejumlah aspek di atas telah diketahui, keputusan untuk mencurahkan hasrat memakai diskon atau menahan godaannya barangkali bisa diambil dengan tepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mayday

Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top