Pasar Kian Luas, Modest Wear Tak Hanya Diminati Konsumen Muslim

Busana modest wear kian membanjiri bisnis fesyen Tanah Air. Hingga saat ini penjualan busana muslim di Indonesia sangat tinggi seiring dengan inovasi-inovasi yang bermunculan.
Eva Rianti | 28 Mei 2019 14:19 WIB
Model mengenakan busana rancangan Nieta Hidayani dalam pergelaran Indonesia Fashion Week 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (28/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa tahun belakangan ini busana modest kian digandrungi pasar, baik pasar lokal maupun global.

Busana yang memiliki karakteristik tampilan sopan, tertutup, dan tidak menonjolkan lekuk tubuh tersebut kian membanjiri bisnis fesyen Tanah Air. Tak heran di berbagai pusat perbelanjaan terlihat beragam modest wear hasil rancangan berbagai desainer Indonesia.

Kondisi tersebut semakin menguat lantaran Indonesia memiliki target untuk menjadi kiblat fashion muslim pada 2020. Sehingga para pelaku industri fesyen muslim dikerahkan untuk terus meningkatkan produksi dan penjualan busana muslim. 

Desainer Nita Seno Adji mengungkapkan bahwa saat ini penjualan busana muslim di Indonesia sangat tinggi seiring dengan inovasi-inovasi yang bermunculan.

Menurutnya, salah satu inovasi yang muncul adalah adanya konsep integrasi berbelanja dalam satu area di sebuah pusat perbelanjaan. Hal itu dinilainya menjadi upaya untuk bersama-sama, antara para desainer dengan peritel untuk menaikkan eksistensi modest wear.

“Bahwa kita sudah kuat di fesyen muslimnya. Pencanangan dari pemerintah harus dikuatkan oleh desainer, pendukung mal, atau pendukung pameran. Saya pikir dengan adanya ini [konsep belanja terintegrasi] menjadi wadah yang bagus banget. Mudah-mudahan penjualan bisa meningkat,” katanya, baru-baru ini.

Dia mencontohkan konsep tersebut diterapkan oleh Sogo Departemen Store dengan menghadirkan konsep modest wear pertama di Indonesia bernama Samaira. Ada sekitar 22 brand fashion lokal yang digandeng oleh Sogo, salah satunya brand Nita Seno Adji.

Sementara itu, dari segi pasar, lanjutnya, permintaan tak hanya dari konsumen muslim, namun juga konsumen-konsumen bukan muslim.

“Sebab, style dari modest wear terus berkembang sesuai dengan tren secara global,” tuturnya.

Tidak dapat dipungkiri, gaya berpakaian modest mencakup berbagai individu lintas agama, bahkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi konsumen global. Pasalnya, tren ini dipilih bukan hanya karena pertimbangan keagaamaan, tetapi bergeser menjadi sebuah gaya hidup.

Penjualan untuk brand Nita Seno Adji sendiri dalam lima tahun terakhir telah mengalami peningkatan penjualan produk busana muslim lebih dari 100 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tren fashion, busana muslim

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top