Orang Tua Harus Mendorong Anak Sukses di Era Teknologi

Kekhawatiran orang tua mengizinkan anak akrab dengan teknologi adalah kecanduan atau dampak buruk lainnya. Padahal orang tua semestinya terbuka terhadap kebaikan dan sisi positif dari teknologi terhadap anak.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  18:20 WIB
Orang Tua Harus Mendorong Anak Sukses di Era Teknologi
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Kekhawatiran orang tua mengizinkan anak akrab dengan teknologi adalah kecanduan atau dampak buruk lainnya. Padahal orang tua semestinya terbuka terhadap kebaikan dan sisi positif dari teknologi terhadap anak.

Sudah tidak zamannya lagi orang tua memaksakan kehendak kepada anak, tetapi orang tua dapat memancing keluar minat dan bakat anaknya dan mendorongnya hingga anak menjadi berdaya dengan kemampuan, keterampilan, dan keahliannya di masa depan.

Co-Founder & COO Semisoft Ivan Jonathan mengatakan peran orang tua untuk mengarahkan anak juga penting. Bermain gim tidak selamanya berdampak buruk untuk anak. Apabila benar-benar di arahkan untuk masa depan, dunia gim memiliki prospek masa depan yang luas.

“Ada dua pilihan karir, pasca production [gamer profesional] atau game production [programing game],” katanya, Rabu (26/6/2019).

Tidak ada salahnya, kegemaran bermain gim pada anak dikembangkan atau diasah. Apalagi saat ini sudah berkembang pesar e-sport, kompetisi olahraga melalui gim. Melalui keterampilan tersebut nantinya anak juga dapat menghasilkan jutaan rupiah.

Kendati begitu, Jonathan mengatakan orang tua juga harus realistis atau memiliki rencana yang harus dipersiapkan. Misalnya saja, anak yang menyukai gim diarahkan menjadi developer game. Apalagi industri gim masih bisa berkembang pesat. “Coba di arahkan masalah codingan atau bisa juga desain gim. Dunia gim itu luas banget. Jadi nggak hanya jadi gamers-nya saja,” jelasnya.

Yang paling penting, lanjut Jonathan, diskusi terbuka dengan anak menjadi kunci. Artinya, orang tua juga mencoba mengerti apa yang dikonsumsi oleh anak hingga manfaat yang didapatkan dari gim tersebut. “Di lihat lagi kalau memang sudah kecanduan harus pelan-pelan di-treatment, misalnya dikurangi dosis mainnya dengan mengganti gim yang lebih berkualitas,”tambahnya.

Dia merekomendasikan untuk tidak bermain gim melalui handphone misalnya melalui gim konsol atau nitendo. Orang tua dapat memilih gim yang benar-benar memiliki production value yang bagus. Selain itu,lanjutnya, gim merupakan barang konsumsi hiburan yang harus tepat umur, sama seperti film atau hiburan visual lainnya.

“Kalau saya sendiri kita harus mengeri si game itu sebenarnya apa, sewaktu anak minta main, orang tua juga harus tertarik dengan itu. Coba kita harus lihat dulu game-nya tentang apa, dan bagaimana rattingnya. Jadi ikut terlibat,” tambahnya.

Pasalnya, ada berbagai jenis gim yang bagus untuk motorik, edukasi, pelatihan bahasa, hingga gim kreatif. Jadi, tidak melulu gim itu berdampak buruk. Asalkan orang tua dapat mengontrol agar tidak berlebihan. “Game ada kadarnya bisa baik, selain itu juga harus tepat umur,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup