Wanita Hipertensi Saat Hamil Berisiko Sakit Jantung

Perempuan yang mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan memiliki risiko mengalami serangan jantung atau stroke beberapa dekade kemudian.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  13:44 WIB
Wanita Hipertensi Saat Hamil Berisiko Sakit Jantung
Hipertensi - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Perempuan yang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi selama kehamilan memiliki risiko mengalami serangan jantung atau stroke beberapa dekade kemudian.

Hal ini dinyatakan oleh penelitian dari Norwegian University of Science and Technology di Trondheim, Norwegia.

Menurut laporan penelitian yang diketuai oleh Eirin Beate Haug ini, perempuan yang mengalami hipertensi saat kehamilan memiliki 57 persen kemungkinan untuk mengalami serangan jantung pada usia 40-70 tahun.

“Gangguan hipertensi pada kehamilan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan dengan tekanan darah normal,” ujar Haug.

Sebetulnya tidak hanya pada ibu hamil, tekanan darah tinggi dan indeks massa tubuh (IMT) yang tidak normal juga dapat memicu risiko serangan jantung dan strok. Akan tetapi, perempuan yang secara khusus pernah mengalami hipertensi pada kehamilan memiliki risiko 77 persen lebih tinggi.

Penelitian ini dilakukan pada 23.885 perempuan yang pernah hamil sebelum usia 40 tahun, 2.199 di antaranya pernah memiliki gangguan hipertensi selama kehamilan.

Penelitian menemukan bahwa sebanyak 728 perempuan pernah mengalami tekanan darah tinggi pada kehamilan (padahal sebelumnya tidak memiliki riwayat darah tinggi).

Sementara itu, sebanyak 1.391 peserta penelitian mengalami hipertensi berat atau preeklamsia berat.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan dengan riwayat hipertensi selama kehamilan berisiko 47 persen lebih mungkin untuk mengalami gagal jantung dan 40 persen lebih mungkin untuk mengalami stroke.

Walau tidak ada teori yang secara jelas mendeskripsikan penyebab hipertensi saat hamil, para ahli kesehatan berkeyakinan bahwa kurang nutrisi juga berpengaruh.

Bagi ibu hamil yang status gizinya baik, biasanya risiko mengalami preeklamsia lebih rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang status gizinya buruk.

Hal ini dapat terlihat dari angka kejadian preeklamsia sangat rendah di negara maju yang status gizinya baik. Berbeda dengan di Indonesia dan negara berkembang lainnya, angka kejadian hipertensi pada kehamilan termasuk masih tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hipertensi, stroke, wanita hamil

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top