Menjadi Epos Terpanjang di Dunia, I La Galigo Akan Terus Dilestarikan

Salah satu manuskrip bersejarah yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia bertajuk I La Galigo.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 07 Juli 2019  |  20:12 WIB
Menjadi Epos Terpanjang di Dunia, I La Galigo Akan Terus Dilestarikan
Foto bersama selepas pertunjukan I La Galigo di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, Minggu (7/7/2019). - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah naskah dan dokumen bersejarah asal Indonesia tersimpan dengan rapi di Universitas Leiden, Belanda. Salah satu manuskrip bersejarah yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia bertajuk I La Galigo.

Naskah kuno asal Sulawesi Selatan tersebut merupakan salah satu karya sastra yang telah disimpan dalam bentuk digital dan telah tercatat sebagai Memories of The World UNESCO.

Ketua Yayasan I La Galigo Tanri Abeng mengatakan bahwa pihaknya telah membeli dan memiliki keseluruhan naskah I La Galigo dalam bentuk digital. Hal itu dinilai menjadi suatu kebanggan tersendiri.

Di samping itu, dia mengungkapkan telah mengirim dua orang profesor untuk menerjemahkan naskah I La Galigo dan diedarkan dalam bentuk buku, namun belum mencakup keseluruhan cerita.

"Ini kekayaan bangsa, cuma barangkali diharapkan kita lebih memperhatikan salah satu kekayaan budaya kita. Kok Belanda yang menyusun. Ke depannya, perlu ditelusuri lagi apa kekayaan kita yang mungkin ada dimana," ujarnya di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Foto bersama selepas pertunjukan I La Galigo di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, Minggu (7/7/2019)./Bisnis-Eva Rianti

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengatakan bahwa Kemendikbud memberikan perhatian khusus terhadap manuskrip. Dukungan ini termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam lima tahun ke depan.

"I La Galigo kan salah satu epos terpanjang di dunia. Jadi bisa dibayangkan, kalau Mahabharata bisa menghasilkan begitu banyak lakon wayang. Ini juga bisa menjadi cerita yang luar biasa,"katanya.

I La Galigo diketahui merupakan naskah terpanjang di dunia, melebihi Mahabharata.

I La Galigo juga merupakan pementasan khusus berkelas dunia pada Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali, bahkan The New York Times menyebutnya "stunningly beautiful music-theater work" ketika I La Galigo menjadi pembuka Lincoln Center Festival 2005.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni budaya, pertunjukan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top