Jahe Merah Bisa Hambat Penyakit Ginjal Kronis

Jahe merah bisa menjadi sebuah formula yang dapat digunakan sebagai agen penghambat penyakit ginjal kronis dengan faktor risiko hipertensi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  07:22 WIB
Jahe Merah Bisa Hambat Penyakit Ginjal Kronis
Jahe merah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Jahe merah bisa menjadi sebuah formula yang dapat digunakan sebagai agen penghambat penyakit ginjal kronis dengan faktor risiko hipertensi.

Itulah yang telah diolah oleh Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pengembangan formula yang diberi nama ZAHA tersebut dilakukan Nada Hanifah mahasiswa FKH UGM bersama Yusuf Farid Achmad (FKH UGM) dan Aida Humaira (Fakultas Farmasi UGM).

"Jahe merah mengandung sejumlah senyawa seperti gingerol, shogaol, flavonoid, serta aktivitas antioksidan yang tinggi dapat menghambat enzim penyebab vasokonstriksi dan menurunkan tekanan darah," kata Nada.

Di samping itu, kandungan antioksidan pada jahe merah juga menurunkan stres oksidatif sehingga menghambat kerusakan pada ginjal.

Ekstrak jahe merah diformulasikan dengan teknologi nanoemulsi untuk meningkatkan solubilitas, stabilitas, serta efektivitas dari ekstrak jahe merah.

Nada menjelaskan pengembangan ZAHA dilatarbelakangi keprihatinan terhadap penderita penyakit ginjal kronis. Penyakit ini merupakan penyakit yang timbul secara perlahan dan bersifat menahun.

Penyebab terbanyak kedua adalah hipertensi, yang pengaruhnya mencapai 25 persen. Sementara, peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.

Oleh sebab itu, ketiganya berupaya membuat sebuah formula dari bahan alam, yakni jahe merah sebagai bahan untuk pengobatan penyakit tersebut.

Jahe merah merupakan tanaman herbal yang telah dikenal dan dikonsumsi secara turun temurun oleh masyarakat.

"Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerusakan ginjal yang terjadi pada model hewan tikus dapat dihambat serta penurunan tekanan darah yang signifikan dibandingkan kelompok perlakuan tanpa ZAHA," katanya.

Dia berharap hasil penelitian yang mereka lakukan dapat dikembangkan lebih lanjut dan dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit ginjal kronis dengan faktor hipertensi.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ugm, ginjal, hipertensi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top