Ungkapan Indro Lepas Kepergian Pendiri Warkop Rudy Badil

Indrodjojo Kusumonegoro atau yang lebih dikenal dengan nama Indro Warkop melepas kepergian Rudy Badil, salah satu pendiri Warkop DKI, grup lawak legendaris, yang dimakamkan pada Sabtu (13/7/2019).
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 13 Juli 2019  |  22:26 WIB
Ungkapan Indro Lepas Kepergian Pendiri Warkop Rudy Badil
Rudy Badil (kanan) dan Indro - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA – Indrodjojo Kusumonegoro atau yang lebih dikenal dengan nama Indro Warkop melepas kepergian Rudy Badil, salah satu pendiri Warkop DKI, grup lawak legendaris, yang dimakamkan pada Sabtu (13/7/2019).

Melalui akun instagramnya @indrowarkop_asli, personel Warkop termuda ini mengucapkan salam perpisahannya. "Beh, ga ada lo, ga ada WARKOP, Beh.. Selamat istirahat, Saudaraku."

Sebelum pemakaman, pada saat kabar meninggal Rudy Badil, Indro juga menyampaikan ungkapan perpisahannya melalui akun instagramnya.

"Beh, selamat jalan. Lo udah tenang sekarang. Terima kasih untuk persaudaraan dan semua kesempatan yg akhirnya menjadi jalan hidup gw. Warkop DKI tidak akan lepas dari sosok Rudy Badil selamanya. Dan gw akan kibarkan bendera Warkop DKI seumur hidup gw, gw janji, inshaAllah. Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un. Selamat beristirahat dengan tenang Mas Rudy Badil, doa terbaik kami sekeluarga besar Lembaga Warung Kopi Dono Kasino Indro untuk keluarga yg ditinggalkan," ujar Indro. 

Sosok Rudy Badil mungkin masih belum terlalu familiar di masyarakat awam dan generasi saat ini. Namun, Rudy memiliki peran penting dalam berdirinya Warkop pada 23 September 1973. 

Personel awal kelompok yang jadi cikal bakal Warkop ini merupakan mahasiswa Universitas Indonesia. Rudy Badil, Kasino Hadiwibowo, dan Nanu Mulyono.

Kala itu, ketiganya diajak mengisi program di Radio Prambors yaitu Obrolan Malam Jumat atau Omamat. Seiring berjalannya waktu, acara itu kian populer. Mulai pada 1974, program Omamat berganti menjadi Warung Kopi yang diusulkan oleh Rudy Badil. 

Warung Kopi dirasa merepresentasikan tempat paling demokratis ketika itu saat zaman Orde Baru. Wahyu Sardono atau Dono kemudian bergabung dan disusul Indro pada 1976.

Rudy Badil dikenal sebagai sosok yang kritis sejak mahasiswa. Rudy juga dikenal sebagai pencinta alam dan juga berteman akrab dengan Soe Hok Gie. Rudy meneruskan karier di bidang jurnalistik dan merupakan wartawan senior di Harian Kompas.

Rudy meninggal di Jakarta pada Kamis (11/7/2019), setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pelawak, gaya hidup

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top