4 Fakta Film Stuber yang Dibintangi Iko Uwais

Dibintangi oleh Dave Bautista, Kumail Nanjiani dan Iko Uwais, film ini sudah mulai tayang di bioskop tanah air sejak Rabu (24/7/2019), dan menjadi film pertama produksi 20th Century Fox yang didistribusikan oleh Walt Disney Studio setelah diakuisisi pada Maret lalu
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  10:02 WIB
4 Fakta Film Stuber yang Dibintangi Iko Uwais
Iko Uwais di film 'Stuber' garapan Fox Movies - Dok. Foxgroup

Bisnis.com, JAKARTA – Sebelum menonton filmnya, ada baiknya Anda menyimak fakta mengenai film teranyar Stuber yang akan menghiasi bioskop tanah air dalam pekan ini.

Dibintangi oleh Dave Bautista, Kumail Nanjiani dan Iko Uwais, film ini sudah mulai tayang di bioskop tanah air sejak Rabu (24/7/2019), dan menjadi film pertama produksi 20th Century Fox yang didistribusikan oleh Walt Disney Studio setelah diakuisisi pada Maret lalu.

1. Bercerita tentang petualangan seorang supir Uber

Singkatnya, film ini diberi nama Stuber karena karakter utamanya, Stu yang perankan oleh Kumail Nanjiani adalah supir aplikasi Uber, yang pada satu momen menerima pesanan pengantaran penumpang seorang polisi yang sedang berburu seorang penjahat.

 2. Bukan film hollywood pertama Iko Uwais

Sebelum Stuber, Iko Uwais sudah lama berkiprah di dunia film internasional. Berkat ketenarannya di film Merantau di tahun 2009, ia mendapatkan banyak tawaran bermain film internasional seperti Man of Taichi, Star Wars: The Force Awakens, Beyond Skyline, Mile 22 hingga Triple Threat.

3. Iko Uwais sempat dilarikan ke rumah sakit saat proses syuting

Demi membuat penampilannya berbeda dalam film ini, Iko Uwais rela mewarnai rambutnya menjadi blonde. Dia sendiri mengaku kalau kulit kepalanya sangat sensitif, karenanya setelah proses pewarnaan hingga dua kali, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena rasa sakit yang luar biasa.

4. Mendapat reaksi beragam dari kritikus luar negeri

Dikutip dari situs review film luar negeri Rotten Tomatoes, Stuber hanya mampu diapresiasi 47 persen dari 187 kritikus film luar negeri. Meski tidak secara terang-terangan menyebut film ini jelek, beberapa kritikus menyebut kalau film ini hanya menyajikan tontonan komedi dengan standar film laga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top