METI: Tren Lifestyle ke Depan Akan Beralih ke Energi Terbarukan

Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Dharma mengatakan bahwa tren gaya hidup ke depan akan beralih ke energi terbarukan, seiring dengan kesadaran bahwa energi fosil yang makin menurun.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  18:24 WIB
METI: Tren Lifestyle ke Depan Akan Beralih ke Energi Terbarukan
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Dharma mengatakan bahwa tren gaya hidup ke depan akan beralih ke energi terbarukan, seiring dengan kesadaran bahwa energi fosil yang makin berkurang. 

“Saat ini sudah banyak hal yang membuktikan semangat dalam mendorong agar energi terbarukan menjadi prioritas,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Kelahiran METI sejak 1999 dan keberjalannya yang masif hingga saat ini menjadi salah satu upaya pembuktian tersebut. METI bergerak melakukan komunikasi kepada para stake holder untuk memberi perhatian pada energi terbarukan.

Aktivitas utamanya adalah mengadvokasi pemerintah agar membuat regulasi yang mendorong pengembangan energi terbarukan, selain melakukan kampanye kepada masyarakat.

Salah satu hasil dari upaya tersebut adalah adanya gagasan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berupa usulan rancangan undang-undang(RUU) Energi Terbarukan yang dikerjakan dalam dua tahun belakangan. 

“Tren lifestyle pemanfaatan energi terbarukan memang sudah saatnya perlu digaungkan. Di negara-negara maju, kebanggan dalam memanfaatkan energi terbarukan telah menjadi gaya hidup,” ujarnya. 

Orang-orang di negara maju, lanjutnya, memiliki rasa bangga bahwa mereka tidak mencemari lingkungan dan terus mempertahankan hidup yang bersih untuk masa depan.   

Sementara itu, menurutnya, lifestyle semacam itu belum tercipta di Indonesia. Namun, kesadaran dan pandangan tentang pemanfaatan energi terbarukan sudah dilirik.

Misalnya dalam hal pencarian dana, untuk pengembangan energi kotor sudah cukup sulit didapatkan, kalaupun ada, cost of fund-nya tinggi. Sedangkan, energi terbarukan cenderung lebih mudah karena ada dukungan insentif.   

“Saat ini saja orang sudah bicara transisi energi, clean energy, jadi orang tidak mendukung lagi untuk perkembangan energi yang kotor,” terangnya.

Oleh sebab itu, Surya menambahkan, METI terus gencar melakukan kampanye mendorong pengembangan energi terbarukan.

Salah satu agenda yang terbilang cukup besar yang rutin dilakukan adalah event IndoEBTK ConEx. Tahun ini, event internasional yang bakal diadakan pada November mendatang merupakan gelaran ke-8.  

“Ini bentuk penggalangan pandangan. Kalau mereka [peserta dari berbagai negara] datang, artinya kita tidak dipandang sebagai negara yang seolah-olah hanya memikirkan kepentingan energi, tetapi juga masa depan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi terbarukan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top