Pro dan Kontra Diet Pegan, Ini yang Perlu Anda Ketahui

Diet pegan dinilai berdampak positif terhadap kesehatan tubuh, diantaranya peningkatan kesehatan jantung, kadar gula darah, dan juga dapat menurunkan berat badan. Namun, diet tersebut mendapatkan kritikan, salah satunya karena membatasi beberapa makanan yang bergizi dan sehat.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  16:15 WIB
Pro dan Kontra Diet Pegan, Ini yang Perlu Anda Ketahui
Sayuran hijau - mogreenjuice.com

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa waktu belakangan ini, banyak orang yang mempromosikan diet pegan sebagai cara baru penurunan berat badan. 

Diet pegan merupakan kombinasi dari diet vegan (diet bebas produk hewani) dan paleo (diet bebas gluten). Diet ini dinilai menjanjikan untuk mendukung menajemen gula darah, mengurangi perdagangan, dan penurunan berat badan.  

Orang yang menerapkan diet tersebut akan mengonsumsi lebih banyak makanan yang tidak diproses, seperti buah-buahan dan sayuran dan konsumsi protein hewani tanpa lemak.

Makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi bagi orang yang melakukan diet pegan, diantaranya daging sapi atau domba yang diberi makan rumput, salmon, sarden, dan tuna. Selain itu juga dapat menikmati buah beri, pir, sayuran hijau, oat, kacan-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun.

Dilansir dari Medicaldaily, Rabu (14/8/2019), diet ini mendapat kritikan. Beberapa orang menggambarkan pendekatan pegan sebagai diet yang tidak efektif dan tidak perlu membatasi. 

Manfaat Kesehatan dari Diet Pegan

Meskipun menggabungkan daftar makanan dari rencana vegan dan paleo, diet pegan mudah diikuti. Tidak memerlukan penghitungan atau pemantauan ketat asupan kalori dan karbohidrat, menurut DrAxe.com.

Makanan-makanan yang menjadi asupan bagi orang yang melakukan diet pegan mengandung banyak vitamin dan mineral. Ini memberi dampak positif bagi peningkatan kesehatan jantung, kadar gula darah, dan pertahanan tubuh terhadap penyakit.

Masalah Diet Pegan

Diet pegan membatasi beberapa makanan yang dinilai sehat dan bergizi oleh para ahli kesehatan. Sebagai contoh, diet ini membutuhkan lebih sedikit konsumsi kacang-kacangan yang menawarkan protein, serat, vitamin B, zat besi, seng, dan tembaga.

Diet ini juga membatasi biji-bijian dan produk susu. Kedua makanan tersebut merupakan sumber nutrisi yang baik, seperti kalsium, protein, vitamin D, dan kalium yang dapat mencegah sejumlah penyakit kesehatan kronis.

Diet ini juga mendorong pemanfaatan bahan-bahan segar dan produk hewani yang bersumber secara berkelanjutan. Produk-produk ini dikenal sehat, tetapi mahal yang mungkin menyulitkan sebagian orang untuk mengikutinya.

Tantangan lain dalam mengikuti diet pegan adalah kombinasi diet paleo dan diet vegan yang dapat membingungkan orang. Diet paleo mempromosikan daging dan makanan laut, sementara diet vegan menghindari produk hewani, termasuk daging, telur, susu, dan madu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sayuran

Sumber : medicaldaily

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top