Karhutla Riau Picu Keluhan Penyakit Masyarakat

Berdasarkan laporan kunjungan pasien pada Senin (12/8/2019), jumlah pasien yang mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 9.630 orang, yang berasal dari 12 kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Kampar, Dumai, Kuansing, Rohil, Rohul, Inhu, Inhil, Meranti, dan Bengkalis.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  14:35 WIB
Karhutla Riau Picu Keluhan Penyakit Masyarakat
Dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pekanbaru membagikan masker pelindung pernapasan kepada pengguna jalan raya di Pekanbaru, Riau - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau menimbulkan banyak asap yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan.

Pada Selasa (13/8/2019) titik panas sudah merambat ke Kabupaten Meranti, setelah dikonfirmasi ke Dinkes Meranti dampaknya sudah dimulai sehari sebelumnya.

Berdasarkan laporan kunjungan pasien pada Senin (12/8/2019), jumlah pasien yang mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 9.630 orang, yang berasal dari 12 kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Kampar, Dumai, Kuansing, Rohil, Rohul, Inhu, Inhil, Meranti, dan Bengkalis.

“Kemenkes telah mengirimkan 300 ribu pcs masker untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak mulai dari pelajar, sampai pengendara di jalanan. Dinkes Riau telah mendirikan pos pelayanan kesehatan dan melayani masyarakat terdampak Karhutla,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes, drg. Widyawati dikutip dari siaran pers Kemenkes pada Kamis (15/8/2019).

Tim PKK terus melakukan pemantauan kesiapan Provinsi Riau jika terjadi kondisi tanggap darurat. Untuk menjamin ketersediaan obat tercukupi, Tim Dinkes Riau sudah menghitung kebutuhan obat dan perbekalan lain serta berkoordinasi dengan petugas gudang farmasi setempat.

“Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes siap memenuhi kebutuhan obat bila sewaktu-waktu ada permintaan dari daerah,” tutup drg. Widyawati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, riau, kebakaran hutan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top