Isyaratkan Bakal Pensiun, Menkes Fokus Pada Mutu Pelayanan Kesehatan

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengisyaratkan diri akan pensiun dari kabinet Presiden Joko Widodo.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  12:40 WIB
Isyaratkan Bakal Pensiun, Menkes Fokus Pada Mutu Pelayanan Kesehatan
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di JS Luwansa pada Kamis (22/8/2019) - Bisnis/Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengisyaratkan bakal pensiun dari jajaran kabinet Presiden Joko Widodo pada Oktober mendatang.

Menkes Nila menceritakan bahwa ada yang ingin mengundangnya jadi narasumber tetapi dia tidak yakin apakah masih jadi menteri lagi atau tidak.

"Ada anak yang datang sama saya minta saya jadi pembicara tapi saya bilang, saya sudah mau pensiun. Menterinya kan kita nggak tahu, habis Oktober. Saya mau ngomong 2020 juga harus hati-hati, dikira saya gila hormat," ujar Nila saat berbicara di JS Luwansa, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019). 

Nila menyebut ada berbagai hal yang ke depannya harus diperhatikan, seperti pelayanan mutu kesehatan serta pengembangan penelitian dan inovasi.

"Saya mengapresiasi kinerja antara kementerian, rumah sakit, industri baik alat kesehatan maupun obat kesehatan. Kalau kita bisa sinergikan mungkin kita lebih efektif, dan akhirnya juga pelayanan kesehatan kita lebih efisien," katanya.

Salah satu contoh peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang ia maksud adalah melalui akreditasi. Menurutnya, melalui tingkat keketatan penilaian akreditasi, dapat menunjang fasilitas kesehatan baik untuk petugas maupun pasien.

"Akreditasi pelayanan rumah sakit salah satu contohnya kecoak. Tidak boleh ada kecoak di rumah sakit karena menurut penelitian kecoak itu banyak bakterinya," ungkap Nila.

Menkes pun mengapresiasi banyaknya penelitian dan inovasi di bidang kesehatan yang berjalan hingga saat ini. Hingga menurutnya, perlu dibuatkan pedoman tersendiri. 

"Saya sudah melihat dana anggaran kita dananya kecil, padahal biayanya besar. Kita harus menyediakan obat, vaksin, imunisasi, sehingga sedikit sekali untuk pelayanan kesehatan karena itu saya meminta untuk efisien tapi tetap mengangkat inovasi," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menteri kesehatan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top