Kisah Maya Miranda Ambarsari, Gigih Menjadi Sociopreneur

Aku ingin buka usaha untuk melakukan sesuatu buat orang lain. Jiwa sociopreneur ini terbangun dari kecil di rumah. Kami terbiasa untuk berbagi
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  00:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Menjadi seorang sociopreneur adalah pilihan hati Maya. Adalah sebuah suntikan semangat baginya untuk bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang luas serta aktif berbagi dalam kegiatan sosial.

Perempuan yang memiliki nama lengkap Maya Miranda Ambarsari ini cukup terkenal, terutama di kalangan para pebisnis dan aktivis sosial.

Keahliannya dalam berbisnis tidak diragukan lagi. Berbagai bidang bisnis digelutinya, mulai dari tambang emas, properti, kecantikan, hinggacatering. Latar belakang sebagai lawyer dan Master di bidang Internasional Bisnis (MIB) rupanya telah memacu dan menantangnya untuk kuat dalam menjalani bisnis-bisnis tersebut.

Kesukaannya dalam berbisnis diimbangi dengan kecintaannya dalam berbagi. Pemilik pertambangan emas PT. Merdeka Copper and Gold Tbk ini memiliki yayasan untuk kegiatan sosial bernama ‘Rumah Belajar Miranda’ (RBM).

RBM menjadi pusat kegiatan pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan, salah satunya fasilitas pendidikan untuk para tuna rungu. Saat ini sudah ada sekitar kurang lebih 700 orang yang terlibat kegiatan belajar mengajar di yayasan tersebut.

“Aku ingin buka usaha untuk melakukan sesuatu buat orang lain. Jiwa sociopreneur ini terbangun dari kecil di rumah. Kami terbiasa untuk berbagi,” ujarnya.

Agar bisa berkelanjutan dalam menjalankan bisnis dan mengurusi yayasannya, Maya mengaku menerapkan gaya kepemimpinan yang menjunjung nilai kekeluargaan. Gaya yang hangat dan bersahabat memang tampak dipancarkan dari dirinya. Sikap santai sekaligus tegas pun terinterpreasi dari kepribadiannya.

Sebagai pemimpin, Maya merasa wajib menjadi role model dengan memberi contoh yang baik, yang diharapkan berimbas kepada para pekerja di perusahannya. Dalam kepemimpinan, dia mengaku menerapkan empat prinsip leadership yang diajarkan oleh Muhammad Saw, yakni shiddiq(benar), amanah (dapat dipercaya), tablig (menyampaikan), dan fhatanah (cerdas).

Sebagai orang yang berdarah suku Jawa dari garis Bapak, Maya juga menerapkan asas-asas kepemimpinan menurut filsafat Asta Brata yang mengharuskan pemimpin mewujudkan sifat-sifat yang dicontohkan oleh delapan anasir alam, yakni api, angin, air, tanah, matahari, bulan, bintang, dan mega.

“Misalnya sebagai tanah yang ‘menyuburkan’ masyarakat dan makhluk lainnya atau seperti matahari yang memberikan kesegaran,” terangnya.

Low Profile

Supel dan adaptif. Nampaknya itulah karakter dari sosok Maya. Tak heran, dia memang telah dididik oleh orang tuanya sejak kecil untuk menjadi seorang yang mandiri.

Maya sudah terbiasa beradaptasi dengan banyak orang. Pasalnya, orang tuanya seringkali berpindah-pindah tempat kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dia juga suka bergaul dengan segala kalangan.  

“Dari usia 13 tahun sudah hidup mandiri, merantau ke Jakarta. Dan terbiasa beradaptasi dengan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru tampaknya menjadi modal yang cukup mumpuni bagi Maya dalam menjalani kehidupannya saat ini. Hebatnya, meskipun dikaruniai kemapanan dari segi materi, Maya juga diberi kekayaan hati. Sifat low profile dalam dirinya seakan menjadi kekuatan tersendiri baginya.

Prinsipnya dalam menjalani kehidupan ini adalah tidak boleh sombong. Menurutnya, memang tidak ada yang bisa disombongkan dalam hidup ini.

“Dalam bersikap, mau setinggi apapun, jangan sombong. Tujuan hidup adalah intinya aku mati dalam keadaan sudah melakukan sesuatu,” ujarnya.  

Anak Semata Wayang

Aplikasi kepemimpinan Maya paling tidak terlihat dari caranya dalam mendidik anaknya. Maya memiliki anak semata wayang bernamaMuhammad Khalifah Nasif (15) yang saat ini tengah bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang.  

Di tengah kesibukannya yang sangat padat, peraih penghargaan ‘The Best Indonesian Philanthropy in Education and Social Care’ dari Business Review ini mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengurus anak. Dalam mendidik Khalifah, Maya kerapkali mengajak sang anak untuk melihat dan mempelajari kehidupan. Misalnya, ketika masih berusia 7 tahun, dia membawa sang anak ke berbagai proyek untuk mengajarkan tentang arti perjuangan orang tua.

“Lalu, naik kereta, melihat orang-orang kecil, aku bilang ke dia: this is a real life. Semua yang kita lihat itulah manusia yang sesungguhnya. Kalaupun toh kita mampu [kaya], tetapi tidak untuk menyakiti orang lain. Orang-orang kecil saja bisa bersyukur, jadi apa yang kita sombongkan?,” ceritanya.

Maya melanjutkan, dalam menggapai cita-cita, dia memberikan keleluasaan kepada anaknya. Rupanya Khalifah menginginkan menjadi seorang polisi, meski Maya dan sang suami, Andreas Reza, sesungguhnya memiliki banyak bisnis yang bisa diteruskan oleh sang anak.

“Dia pengen jadi polisi. What the hell? Bisnis sebanyak ini! Tapi aku beri kebebasan,” ujarnya sambil tertawa lepas.

Tak hanya mudah dalam mendidik anak, Maya juga mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengurus suami. Baginya, suami adalah partner bisnis yang sangat setia, dari mulai merintis bisnis hingga saat ini. Adapun, setiap ada agenda bisnis dia dan suami selalu bepergian bersama-sama.

Maya mengaku memiliki satu visi dengan suaminya. Meskipun dia menjadi kepala di beberapa perusahaan yang dirintis bersama dengan suami, dia tetap menghargai sang suami sebagai kepala keluarga.

“Beberapa perusahaan aku yang mengepalai. Tetapi aku enggak merasa lebih tinggi. Dia adalah imam,” katanya.

 

DATA NARASUMBER:

Nama Lengkap                        : Maya Miranda Ambarsari

Tempat Tanggal Lahir             : Palembang, 9 Juli 1973

Pendidikan                              :

-          Master of International Business, Swinburne University of Technology, Melbourne – Australia (1997—1998)

-          Bachelor of Law, University of Pancasila – Jakarta (1991—1995)

Kegiatan Bisnis Saat Ini         :

-          Owner JD.ID – Shopping Online

-          Co-Founder and Shareholder PT. Merdeka Copper and Gold Tbk (Gold Mining company - IPO)

-          Owner PT. Tawu Inti Bati (Oil Refinery Factory)

-          Owner PT. Tri Tunggal Agung Propertindo (Property)

-          Owner PT. Bandara Internasional Bali Utara

-          Owner Elliottii Residence (Exclusive Guest Houses),

-          Owner of Gorjes Hair Salon & Lounge (Wolter Mongonsidi)

-          Founder of  Yayasan Rumah Belajar Miranda – RBM

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sociopreneur

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top